VONIS MATI 4 TERPIDANA SERANGAN GEREJA NIGERIA - Berita Dunia
← Kembali

VONIS MATI 4 TERPIDANA SERANGAN GEREJA NIGERIA

Foto Berita

Abuja, Nigeria – Pengadilan Nigeria menjatuhkan hukuman mati kepada empat pria yang terbukti bersalah menyerang Gereja St. Francis Catholic di Owo, Negara Bagian Ondo, pada tahun 2022 silam. Insiden sadis itu menewaskan 41 jemaat dan melukai lebih dari 100 orang lainnya saat mereka tengah mengikuti ibadah Pentakosta.

Majelis hakim di Abuja yang dipimpin Hakim Emeka Nwite menyatakan keempat terdakwa—Idris Abdulmalik Omeiza, Al Qasim Idris, Jamiu Abdulmalik, dan Abdulhaleem Idris—bersalah atas sembilan dakwaan, termasuk bergabung dengan kelompok teroris serta merencanakan dan melaksanakan pembunuhan. "Barang bukti yang diajukan tidak goyah dan tidak terbantahkan selama persidangan," tegas Hakim Nwite dalam amar putusannya.

Selain hukuman mati, mereka juga dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena menjadi anggota organisasi teroris. Namun, eksekusi belum bisa langsung dilakukan karena undang-undang Nigeria mewajibkan persetujuan presiden. Dalam praktiknya, Nigeria sudah bertahun-tahun tidak melaksanakan hukuman mati.

Saksi kunci dalam persidangan adalah seorang wanita yang kakinya harus diamputasi hingga lutut dan kehilangan mata kiri akibat ledakan dinamit yang dipicu para pelaku. Jaksa Penuntut Ayodeji Adedipe menyatakan, "Keadilan telah ditegakkan bagi para korban yang dibantai secara keji."

Sementara itu, pengacara para terpidana menyatakan akan mengajukan banding. Mereka mengklaim kliennya disiksa selama proses penyidikan, termasuk digantung di langit-langit dan disetrum. Satu terdakwa lain, Momoh Otuho Abubakar, divonis bebas karena bukti tidak mencukupi.

Dampak dan Konteks Lebih Luas: Vonis ini menjadi angin segar bagi keluarga korban yang sudah tiga tahun menanti keadilan. Namun, kasus ini juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap tempat ibadah di Nigeria. Mantan Presiden AS Donald Trump sempat menuding pemerintah Nigeria gagal melindungi warga Kristen dari serangan jihadis. Pada Natal tahun lalu, AS bahkan menyerang dua kamp kelompok jihadis di barat laut Nigeria sebagai bentuk peringatan. Tuduhan genosida terhadap Kristen Nigeria terus bergulir di kalangan konservatif AS, meski data di lapangan menunjukkan konflik lebih kompleks dan tidak murni agama.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook