KUBA GAGALKAN MISI KUDETA DARI LAUT, 4 PENYERANG TEWAS! - Berita Dunia
← Kembali

KUBA GAGALKAN MISI KUDETA DARI LAUT, 4 PENYERANG TEWAS!

Foto Berita

Pekan ini, ketenangan perairan Kuba diguncang insiden berdarah yang menewaskan empat orang. Sepuluh pria di atas sebuah kapal cepat yang berlayar dari Amerika Serikat terlibat baku tembak sengit dengan pasukan penjaga perbatasan Kuba. Havana menuding mereka hendak melancarkan aksi kekerasan untuk menggoyahkan stabilitas pemerintahan di pulau tersebut.

Otoritas Kuba mengonfirmasi, empat dari sepuluh pria di kapal itu tewas di tempat, sementara enam lainnya kini dirawat karena luka-luka. Seorang petugas Kuba juga dilaporkan terluka dalam insiden adu tembak tersebut. Spekulasi makin memanas setelah CBS News, mengutip pejabat Gedung Putih, menyebut setidaknya satu warga negara AS ada di antara korban tewas.

Pemerintah Kuba bersikeras membela tindakan pasukannya. Mereka menuduh penumpang kapal cepat itulah yang lebih dulu melepaskan tembakan ke arah agen perbatasan. Presiden Kuba, Manuel Diaz-Canel, melalui media sosialnya menegaskan, "Kuba akan membela diri dengan tekad dan ketegasan dari setiap agresi teroris dan tentara bayaran yang berusaha mengganggu kedaulatan dan stabilitas nasionalnya."

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya hubungan antara Kuba dan Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah meningkatkan berbagai sanksi ekonomi, termasuk blokade bahan bakar pada akhir Januari, yang bertujuan memperburuk kondisi ekonomi di sana.

Salah satu korban tewas berhasil diidentifikasi pemerintah Kuba sebagai Michel Ortega Casanova. Seorang rekannya kepada AFP mengungkapkan, Casanova memang berambisi menggulingkan pemerintahan di Havana. "Tujuannya adalah melawan pemerintah narko-tiran yang kejam dan mematikan, berharap itu akan memicu rakyat untuk bangkit," kata Wilfredo Beyra, Ketua Partai Republik Kuba di Tampa.

Namun, keluarga Casanova mengaku tidak tahu menahu soal rencana itu. Mereka hanya tahu Casanova sangat prihatin dengan "penderitaan besar" rakyat di bawah pemerintahan Kuba. "Tidak ada yang tahu," ujar Misrael Ortega Casanova, adik korban. "Ibu saya hancur." Misrael menambahkan, kakaknya adalah bagian dari kelompok yang peduli dengan pelanggaran hak asasi manusia di Kuba, saking terobsesinya sampai tak memikirkan konsekuensi atau nyawa mereka sendiri.

Di sisi lain, pejabat AS menyatakan akan menyelidiki insiden ini dan menepis segala keterlibatan pemerintahannya. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Kedutaan Besar AS di Havana sedang mencari lebih banyak detail, termasuk apakah ada warga AS di antara mereka yang ditahan. "Kami punya berbagai elemen pemerintah AS yang berusaha mengidentifikasi bagian-bagian cerita yang mungkin belum diberikan kepada kami sekarang," ujarnya.

Sejarah mencatat, AS memang memiliki rekam jejak bekerja sama dengan para eksil Kuba untuk melawan pemerintahan di sana, termasuk mendukung kampanye infiltrasi klandestin, kekerasan, dan sabotase. Selain itu, belakangan juga muncul kelompok-kelompok aktivis di Florida Selatan yang kerap menggunakan kapal cepat dan pesawat kecil untuk mengangkut warga Kuba ke luar pulau. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan yang belum mereda antara kedua negara, memicu pertanyaan tentang sejauh mana keterlibatan pihak luar dalam upaya destabilisasi di kawasan tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook