KIM JONG UN DAN LUKASHENKO AKRABKAN DIRI, TANDA APA? - Berita Dunia
← Kembali

KIM JONG UN DAN LUKASHENKO AKRABKAN DIRI, TANDA APA?

Foto Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko baru saja menandatangani perjanjian persahabatan yang disebut-sebut sebagai 'tahap baru' hubungan bilateral. Keduanya, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, kini memperkuat barisan negara-negara yang menentang dominasi Barat. Namun, di balik seremonial mewah di Pyongyang, muncul fakta menarik tentang upaya Belarus untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.

Pada Kamis lalu, dalam kunjungan dua hari Lukashenko ke Pyongyang, perjanjian ini disahkan. Lukashenko menyebut hubungan kedua negara kini memasuki 'tahap yang benar-benar baru', menggarisbawahi pentingnya kerja sama antarnegara 'independen' di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurutnya, di saat kekuatan global seolah mengabaikan dan melanggar hukum internasional, negara-negara berdaulat harus bersatu. Tujuannya jelas: melindungi kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Kim Jong Un pun menyambut baik, menegaskan kesamaan posisi dan penolakan terhadap 'tekanan tidak semestinya dari Barat' terhadap Belarus.

Perlu diketahui, baik Korea Utara maupun Belarus adalah pemain kunci yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Korea Utara dilaporkan memasok amunisi bahkan mengirim tentara, sementara Belarus menjadi pangkalan peluncuran invasi Rusia pada Februari 2022 dan mengizinkan penempatan rudal nuklir taktis Rusia di wilayahnya, yang berbatasan dengan tiga negara NATO. Keduanya juga sama-sama hidup di bawah bayang-bayang sanksi internasional — Korea Utara karena program nuklirnya, Belarus karena catatan hak asasi manusia dan dukungannya untuk Putin.

Di sisi lain, ada dinamika menarik yang tak bisa dilewatkan. Meski terlihat makin mesra dengan Korea Utara, hubungan Belarus dengan Washington ternyata sempat 'mencair' dalam beberapa bulan terakhir. Lukashenko bahkan baru-baru ini bertemu dengan utusan Donald Trump dan membebaskan 250 tahanan, termasuk seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Langkah ini disinyalir sebagai balasan untuk potensi pelonggaran sanksi dari Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa di balik retorika anti-Barat, ada upaya strategis dari Belarus untuk menyeimbangkan posisinya di panggung global, memberikan warna baru pada narasi blok anti-Barat yang selama ini terbentuk.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook