Miliarder Les Wexner, pendiri raksasa ritel L Brands yang menaungi merek-merek terkenal seperti Victoria's Secret, membuat pernyataan mengejutkan di hadapan Kongres Amerika Serikat. Ia bersaksi telah "ditipu" habis-habisan oleh mendiang Jeffrey Epstein, sang pelaku kejahatan seks, dan menyangkal sama sekali tahu-menahu soal kekejian Epstein terhadap perempuan muda dan anak-anak perempuan. Wexner berujar, Epstein telah "mencuri harta dalam jumlah fantastis" dari keluarganya.
Dalam kesaksian tertulisnya kepada Komite Pengawas dan Reformasi Pemerintah DPR AS pada Rabu lalu, Wexner menggambarkan Epstein sebagai "penipu ulung". Ia merasa "naif, bodoh, dan gampang percaya" karena pernah memberikan kepercayaan penuh kepada penasihat keuangannya itu. Wexner menjelaskan, ia mengenal Epstein pertengahan 1980-an dan kemudian mempekerjakannya untuk mengelola kekayaannya yang melimpah dari bisnis seperti Victoria's Secret, The Limited, dan Bath & Body Works.
Wexner mengklaim sudah "memutus hubungan secara permanen" dengan Epstein sekitar tahun 2007, setelah tahu Epstein adalah "pelaku kekerasan, penipu, dan pembohong". Itu terjadi setahun setelah Epstein pertama kali ditangkap atas kasus prostitusi anak di Florida. Wexner menegaskan, ia tidak pernah menyaksikan, membenarkan, apalagi memfasilitasi kejahatan Epstein. Penemuan pencurian harta itu sendiri diungkap oleh istrinya, Abigail.
Namun, narasi Wexner ini langsung ditanggapi skeptis oleh sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat. Anggota Komite, Robert Garcia, bahkan menuduh Wexner adalah "satu-satunya orang yang paling banyak menyediakan dukungan finansial bagi Jeffrey Epstein untuk melakukan kejahatannya". Garcia menyebutkan, ada "lebih dari satu miliar dolar" yang dialirkan Wexner kepada Epstein, baik dalam bentuk uang tunai, saham, atau transfer lainnya. Ia juga menyoroti Wexner pernah memberikan kuasa hukum penuh (power of attorney) kepada Epstein, menunjukkan kedekatan yang luar biasa.
Kasus ini makin menyoroti betapa sulitnya mengungkap jaringan kejahatan Epstein dan mencari pertanggungjawaban dari mereka yang terkait. Klaim Wexner yang merasa ditipu dan tak tahu-menahu, kontras dengan tudingan anggota Kongres yang menyebutnya penyokong dana utama, menciptakan 'curiosity gap' dan memicu pertanyaan publik: Seberapa jauh para elit benar-benar tidak tahu menahu soal kegiatan ilegal orang-orang terdekatnya, terutama saat uang miliaran dolar terlibat? Penyelidikan ini masih jauh dari kata selesai dan berpotensi menyeret lebih banyak nama besar, terutama dalam konteks skandal yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap kalangan atas.