SERANGAN LISTRIK RUSIA ANCAM KRISIS NUKLIR UKRAINA! - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN LISTRIK RUSIA ANCAM KRISIS NUKLIR UKRAINA!

Foto Berita

Ancaman bencana nuklir di Ukraina kini tak lagi sekadar imajinasi, tapi bayang-bayang mengerikan yang kian nyata. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahkan sampai menggelar sidang darurat di Wina, Austria. Apa pemicunya? Serangan militer Rusia yang menargetkan fasilitas kelistrikan vital Ukraina, berpotensi memutus pasokan daya ke pembangkit nuklir mereka.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, tanpa ragu menyebut perang di Ukraina sebagai 'ancaman terbesar bagi keselamatan nuklir dunia'. Sidang luar biasa itu digagas oleh Belanda dan didukung oleh belasan negara lain. Pertemuan ini menyusul misi inspeksi IAEA selama berminggu-minggu ke 10 gardu listrik utama yang mereka nilai 'krusial untuk keselamatan nuklir'.

Mengapa gardu listrik sepenting itu? Meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menghasilkan listrik sendiri, mereka tetap sangat bergantung pada pasokan listrik eksternal yang stabil dari gardu induk. Pasokan ini vital untuk menjaga sistem pendingin reaktor agar tetap berfungsi, mencegah skenario terburuk seperti 'meltdown' atau kebocoran inti reaktor.

Ukraina sendiri memiliki empat PLTN, dengan yang terbesar di Zaporizhzhia kini dikuasai pasukan Rusia sejak awal invasi 2022. Bahkan dengan enam reaktor yang sudah dimatikan, fasilitas di Zaporizhzhia tetap butuh listrik tanpa henti demi sistem pendinginan dan keamanannya. Baik Moskow maupun Kyiv saling tuding soal risiko bencana nuklir di situs tersebut. Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat menyepakati jeda sementara pertempuran lokal demi perbaikan jalur listrik cadangan terakhir yang menyuplai PLTN ini, setelah rusak akibat aktivitas militer Januari lalu.

Tak hanya Zaporizhzhia, situs bekas PLTN Chornobyl, lokasi kecelakaan nuklir terparah di dunia tahun 1986, juga tak luput dari ancaman. Perisai pelindung yang menahan material radioaktifnya sempat rusak tahun lalu akibat serangan drone, yang diduga dilakukan oleh Rusia.

Duta Besar Belanda untuk IAEA, Peter Potman, menegaskan bahwa serangan 'berkelanjutan dan harian' Rusia pada infrastruktur energi Ukraina bukan cuma bikin jutaan warga kedinginan dan gelap-gelapan di tengah musim dingin yang parah, tapi juga 'membawa prospek kecelakaan nuklir ke ambang kenyataan'. Sementara itu, Duta Besar Ukraina, Yuriy Vitrenko, mendesak IAEA agar lebih menyoroti ancaman 'sistematis dan disengaja' Rusia. Di sisi lain, Duta Besar Rusia, Mikhail Ulyanov, menepis sidang ini sebagai 'bermotivasi politik belaka' dan 'tidak ada kebutuhan nyata'.

Situasi ini jelas bukan sekadar masalah lokal Ukraina, tapi ancaman global. Potensi kebocoran radiasi bisa berdampak fatal bagi jutaan jiwa di Eropa bahkan lebih luas, memicu krisis kemanusiaan dan lingkungan yang tak terbayangkan. Kabar terbaru, Presiden AS Donald Trump sempat mengklaim Rusia setuju permintaannya untuk menunda serangan pada infrastruktur energi Ukraina selama seminggu, meskipun status moratorium ini masih belum sepenuhnya jelas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook