BOMBER B-52 JATUH SAAT LEPAS LANDAS, 8 TEWAS - Berita Dunia
← Kembali

BOMBER B-52 JATUH SAAT LEPAS LANDAS, 8 TEWAS

Foto Berita

California, AS – Kecelakaan fatal terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, saat sebuah pesawat pengebom strategis B-52 milik Amerika Serikat jatuh sesaat setelah lepas landas, Senin (21/10) waktu setempat. Insiden ini menewaskan delapan orang, termasuk dua karyawan Boeing yang ikut dalam misi uji coba.

Komandan Pangkalan Edwards, Kolonel James Hayes, menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar. “Kami kehilangan delapan warga Amerika yang hebat,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa pesawat tersebut membawa kru campuran yang terdiri dari personel militer, pegawai sipil pemerintah, dan kontraktor.

Pesawat langsung meledak dan terbakar setelah jatuh di landasan pacu. Otoritas pangkalan menyatakan bahwa kecelakaan ini tidak bisa diselamatkan (unsurvivable) dan seluruh kru dipastikan tewas. Proses identifikasi korban masih berlangsung dan nama-nama mereka baru akan diumumkan 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan belum diketahui. Kolonel Hayes mengatakan investigasi awal membutuhkan waktu hingga 30 hari, sementara analisis lebih lanjut bisa memakan waktu lebih dari enam bulan. Sementara itu, seluruh operasi penerbangan di pangkalan dihentikan sementara dan lalu lintas udara dialihkan.

Boeing, selaku pabrikan pesawat, mengonfirmasi dua karyawannya menjadi korban dan sedang berkoordinasi dengan keluarga mereka. Gubernur California, Gavin Newsom, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan menyebut insiden ini sebagai peristiwa tragis.

B-52 Stratofortress adalah pesawat pengebom strategis legendaris yang telah beroperasi sejak era 1950-an. Dijuluki 'The Buff', pesawat ini mampu terbang di ketinggian 50.000 kaki dan membawa muatan hingga 32 ton, termasuk bom konvensional dan rudal nuklir. Meski sudah berusia tua, B-52 masih menjadi tulang punggung kekuatan udara AS dan baru-baru ini digunakan dalam serangan udara di Timur Tengah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook