JENAZAH DONASI DIUSIAKAN UNTUK LATIHAN PERANG ISRAEL - Berita Dunia
← Kembali

JENAZAH DONASI DIUSIAKAN UNTUK LATIHAN PERANG ISRAEL

Foto Berita

LOS ANGELES – Universitas Southern California (USC) diduga menyalahgunakan jenazah yang didonasikan untuk pendidikan dan penelitian medis. Alih-alih untuk ilmu pengetahuan, jenazah tersebut diduga digunakan sebagai 'alat peraga' dalam pelatihan tim bedah militer Angkatan Laut AS dan tentara Israel.

Investigasi terbaru dari serial dokumenter AJ+, Direct From, mengungkap fakta mengejutkan ini. Sejak 2018, USC tercatat telah memasok setidaknya 89 jenazah segar untuk program pelatihan militer. Dalam pelatihan tersebut, jenazah 'dihidupkan kembali' secara artifisial menggunakan metode perfusi—memompa darah palsu ke dalam tubuh agar menyerupai tentara yang terluka di medan perang.

Seorang manajer medis, Miriam Volpin, mengaku mual setelah mengetahui ibunya yang wafat di usia 101 tahun dan pernah menjadi perawat penerbang di Perang Dunia II, mungkin turut menjadi 'pasien' dalam latihan perang ini. "Perut saya langsung mual. Ibu saya mendonasikan tubuhnya untuk sains, bukan untuk perang," ujar Volpin kepada Al Jazeera.

Pelatihan ini difokuskan pada simulasi cedera perang brutal, seperti luka tembak di dada dan kaki, serta ledakan dari bom rakitan (IED) yang mengenai wajah dan tubuh. Makalah medis tahun 2020 yang ditulis instruktur USC dan Angkatan Laut AS bahkan menyebut latihan ini dirancang khusus untuk 'tim bedah garis depan' militer Israel.

Analisis Dampak: Kasus ini memicu kemarahan publik dan mempertanyakan etika lembaga akademik. Keluarga donor merasa dikhianati karena izin yang diberikan untuk pendidikan kedokteran umum, ternyata digunakan untuk melatih keterampilan perang yang berpotensi melanggar hukum humaniter internasional, terutama terkait konflik di Gaza. Investigasi ini juga membuka celah gelap hubungan akademisi-militer yang sering luput dari pengawasan publik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook