WASHINGTON DC – Aparat kepolisian di ibu kota Amerika Serikat berhasil meringkus seorang pria bersenjata lengkap yang nekat berlari mendekati Gedung Capitol, pusat Kongres AS, pada Selasa waktu setempat. Insiden ini terjadi hanya sepekan sebelum Presiden AS dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union, memicu pertanyaan besar tentang motif pelaku dan keamanan di jantung demokrasi Amerika.
Pria yang diidentifikasi sebagai Carter Camacho, 18 tahun, dari Smyrna, Georgia, ditangkap setelah berlari beberapa ratus meter ke arah gedung. Ia membawa senapan laras panjang yang sudah terisi, lengkap dengan amunisi tambahan, serta mengenakan rompi taktis dan sarung tangan. Kepala Polisi Capitol AS, Michael Sullivan, menjelaskan bahwa petugas segera mencegat pelaku, memerintahkannya menjatuhkan senjata, dan ia pun patuh sebelum akhirnya ditangkap.
Penyelidikan berlanjut ke mobil SUV Mercedes milik Camacho yang diparkir tak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di depan US Botanic Garden. Di dalamnya, polisi menemukan topeng gas dan helm Kevlar, semakin mengindikasikan persiapan yang matang dari pelaku. Sullivan menambahkan, Camacho tidak tercatat dalam database kepolisian, kendaraannya tidak terdaftar atas namanya, dan ia diketahui memiliki beberapa alamat berbeda.
Meskipun polisi belum merilis motif di balik tindakan nekat Camacho, insiden ini sontak memicu kekhawatiran publik yang mendalam akan potensi ancaman keamanan di sekitar gedung pemerintahan penting AS. Terlebih, ini bukan kali pertama kompleks Capitol menjadi sasaran. Walaupun Kongres tidak sedang bersidang saat kejadian dan polisi menegaskan tidak akan mengubah persiapan keamanan untuk pidato State of the Union, insiden ini menjadi pengingat serius akan tantangan menjaga ketertiban dan keselamatan di tengah isu kekerasan senjata yang terus membayangi Amerika. Pelaku kini menghadapi berbagai dakwaan, termasuk aktivitas melanggar hukum, membawa senapan tanpa izin, serta kepemilikan senjata api dan amunisi yang tidak terdaftar.