Paris, Prancis – Angkatan Laut Prancis bergerak cepat menyita sebuah kapal tanker minyak milik Rusia di tengah Samudra Atlantik. Kapal bernama Tagor itu dibajak paksa sekitar 700 kilometer di lepas pantai barat Prancis. Aksi ini langsung memicu kemarahan Kremlin yang menyebut tindakan tersebut ilegal dan tidak jauh berbeda dengan aksi pembajakan internasional.
Video yang dirilis Angkatan Laut Prancis memperlihatkan pasukan khusus mereka menaiki kapal tanker tersebut. Kapal Tagor diketahui masuk dalam daftar sanksi internasional karena terkait dengan jaringan perdagangan minyak Rusia. Penyitaan ini jadi sinyal keras bahwa negara-negara Eropa serius menindak setiap upaya Rusia menghindari sanksi.
Kedutaan Besar Rusia di Paris langsung bereaksi. Mereka mendesak pemerintah Prancis memberikan informasi detail soal nasib awak kapal yang merupakan warga negara Rusia. Kremlin mengecam keras tindakan ini dan mengancam akan mengambil langkah balasan.
Analisis Dampak: Tindakan ini mempertegas bahwa blokade ekonomi terhadap Rusia kian agresif. Bagi pasar global, penyitaan kapal tanker seperti Tagor bisa memicu ketidakstabilan harga minyak. Rusia akan mencari jalur distribusi alternatif yang lebih berisiko, sementara negara-negara Eropa menunjukkan tidak ada toleransi bagi kapal yang melanggar sanksi. Ini juga menjadi preseden hukum laut yang baru, di mana negara-negara NATO berani melakukan intervensi militer langsung di perairan internasional demi menegakkan sanksi ekonomi.