Drama menegangkan tersaji di Emirates Stadium saat Manchester United sukses membungkam ambisi juara Arsenal dengan kemenangan tipis 3-2 pada lanjutan Liga Primer Inggris. Gol indah Matheus Cunha di menit-menit akhir pertandingan menjadi penentu, sekaligus memberikan pukulan telak bagi The Gunners di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan hari Minggu (waktu setempat) dibuka dengan keunggulan Arsenal melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez di menit ke-29. Namun, Manchester United tak tinggal diam. Bryan Mbeumo berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda, memanfaatkan blunder fatal bek Arsenal. Lima menit setelah babak kedua dimulai, Patrick Dorgu membawa Setan Merah berbalik unggul dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Arsenal sempat menyamakan kedudukan lagi berkat gol Mikel Merino, membuat skor menjadi 2-2 di penghujung laga. Namun, mimpi buruk Arsenal datang tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Cunha, dengan tendangan spektakuler, berhasil menjebol gawang David Raya dan mengamankan tiga poin penting bagi United.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi skuad Mikel Arteta. Ini adalah kekalahan pertama Arsenal dalam 13 pertandingan di semua kompetisi, dan yang pertama di kandang dalam 18 laga sejak Mei lalu. Posisi mereka di puncak klasemen kini terancam serius, hanya berjarak empat poin dari Manchester City dan Aston Villa yang juga meraih kemenangan akhir pekan ini.
Bagi The Gunners, yang sudah 22 tahun tak mencicipi gelar liga dan manajer Arteta belum mengangkat trofi besar sejak 2020, ini adalah ujian mental yang berat. Sejarah kelam "tergelincir" di fase krusial perebutan gelar bisa saja kembali menghantui. Bagaimana mereka bereaksi terhadap pukulan ini akan menentukan nasib ambisi juara mereka.
Di kubu Manchester United, kemenangan ini melanjutkan start impresif manajer interim Michael Carrick. Setelah mengambil alih posisi Ruben Amorim, Carrick langsung mencatat dua kemenangan beruntun, termasuk menumbangkan dua tim teratas liga, Manchester City dan kini Arsenal. Hasil positif ini mendongkrak United ke posisi keempat dan memberikan angin segar setelah periode yang kurang stabil.
Laga ini juga menyoroti kerapuhan pertahanan kedua tim. Gol Arsenal awalnya "hadiah" dari United, namun Arsenal membalasnya dengan blunder serupa. Ini menunjukkan bahwa di balik drama gol, masih ada pekerjaan rumah yang besar bagi para pelatih. Yang jelas, kemenangan United di Emirates ini bukan sekadar tiga poin, tapi juga penyemangat besar bagi mereka dan penanda bahwa perburuan gelar Liga Primer Inggris musim ini semakin terbuka dan penuh kejutan.