Dunia kembali diguncang gelombang penangkapan dan pengunduran diri pasca-terungkapnya bagian kedua dokumen Jeffrey Epstein. Teranyar, Peter Mandelson, seorang diplomat senior dan mantan penasihat perdana menteri Inggris, dicokok polisi karena dituduh membocorkan informasi rahasia kepada terpidana pedofil tersebut. Penangkapan ini menambah panjang daftar tokoh penting yang terseret dalam pusaran skandal Epstein, termasuk anggota keluarga kerajaan Inggris.
Mandelson, yang sempat diangkat sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat pada 2025 oleh Perdana Menteri Keir Starmer sebelum akhirnya dicopot karena terkuaknya informasi Epstein, kini telah dibebaskan dengan jaminan pada Senin malam lalu. Penangkapannya terjadi hanya beberapa hari setelah Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, juga ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan atas dugaan kejahatan yang terkait dengan hubungannya bersama Epstein.
Berdasarkan tiga juta dokumen dan email yang dirilis Departemen Kehakiman AS, sejumlah nama besar di Inggris tak bisa lepas dari jerat skandal ini. Mantan Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, sudah lama dikaitkan dengan Epstein. Virginia Giuffre, wanita yang pernah menuduh Epstein memperdagangkan dirinya untuk seks kepada Pangeran Andrew saat ia masih di bawah umur, mengajukan kasus pada 2015. Meskipun kasus tersebut diselesaikan di luar pengadilan pada 2022, foto-foto baru dan informasi dari dokumen yang dirilis semakin meningkatkan tekanan pada pemerintah dan monarki Inggris untuk mengambil tindakan tegas. Pangeran Andrew sendiri telah dilucuti gelar kebangsawanan dan militer, dan pada 19 Februari lalu, ia ditangkap atas penyalahgunaan wewenang saat menjabat perwakilan khusus perdagangan dan investasi, karena diduga berbagi dokumen rahasia dengan Epstein.
Tak hanya itu, Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew, juga terseret. Email yang dirilis mengungkap Ferguson tetap menjalin komunikasi dengan Epstein, jauh setelah sang terpidana divonis pada 2008. Korespondensi tersebut bahkan menunjukkan Epstein membantu pengaturan perjalanannya, dan Ferguson sempat mengunjungi kediaman Epstein bersama kedua putrinya. Imbasnya, yayasan amal milik Ferguson, Sarah's Trust, kini memutuskan untuk menghentikan operasionalnya.
Rentetan kejadian ini menunjukkan betapa dalamnya jaringan Epstein di lingkaran elite Inggris, dari politik hingga keluarga kerajaan. Dampaknya tidak hanya pada reputasi individu, tapi juga mengguncang integritas institusi pemerintahan dan monarki. Masyarakat menuntut kejelasan dan akuntabilitas penuh, mempertanyakan sejauh mana kebenaran akan diungkap dan keadilan ditegakkan bagi para korban. Skandal ini terus menjadi sorotan global, menguak sisi gelap kekuasaan dan privilese yang selama ini tersembunyi.