London, Inggris – Tragedi pembunuhan Henry Nowak, mahasiswa 18 tahun di Southampton, justru dimanfaatkan kelompok sayap kanan ekstrem Inggris untuk menyebarkan kebencian. Meski ayah korban, Mark Nowak, sudah memperingatkan agar tragedi ini tidak dieksploitasi, ratusan pendemo justru turun ke jalan dan bentrok dengan polisi.
Pelaku pembunuhan adalah Vickrum Digwa (23), seorang pemuda beragama Sikh. Ia menusuk Henry sebanyak lima kali pada Desember lalu. Anehnya, polisi awalnya malah menahan Henry sebagai tersangka setelah Digwa berbohong dan mengaku dirinya dirasis oleh korban. Rekaman bodycam polisi memperlihatkan Henry yang terborgol dan kesulitan bernapas, namun permohonannya diabaikan.
Kerusuhan pecah saat massa yang dipicu tokoh sayap kanan seperti Tommy Robinson dan Laurence Fox berunjuk rasa. Mereka melakukan hormat ala Nazi dan meneriakkan 'white power'. Kelompok ini sengaja mengaitkan kasus ini dengan agama pelaku, termasuk soal kirpan (pedang seremonial) yang ternyata bukan senjata yang digunakan untuk membunuh.
Dampak Sosial: Komunitas Sikh di Inggris kini hidup dalam ketakutan. Jas Singh dari Sikh Federation UK mengatakan banyak jemaat yang enggan pergi ke gurdwara (kuil) karena takut menjadi sasaran kejahatan rasial. Beberapa laporan kejahatan bermotif kebencian terhadap warga Sikh sudah mulai masuk di Southampton. Ironisnya, sang ayah justru berharap kematian anaknya tidak dipolitisasi untuk memecah belah masyarakat.