Seruan perdamaian lantang datang dari Vatikan. Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera mencari solusi damai dan mengakhiri konflik yang ia sebut 'kejam' antara AS, Israel, dan Iran. Pesan moral ini disampaikan Paus menjelang perayaan Paskah pada hari Minggu, sebuah momen sakral bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Dalam pernyataannya, Paus Leo XIV secara eksplisit meminta Trump untuk menemukan 'jalan keluar' (off-ramp) dari eskalasi di Timur Tengah. Ini mengindikasikan harapan besar agar jalan diplomatik dapat ditemukan, bukan lagi melalui konfrontasi militer yang berpotensi memicu bencana. Paus Leo XIV juga secara tegas menyebut konflik yang terjadi sebagai 'atrocious' atau kejam, menggambarkan penderitaan besar yang mungkin ditimbulkannya.
Desakan dari Tahta Suci ini memiliki bobot moral dan spiritual yang sangat kuat. Seruan Paus diyakini dapat memengaruhi opini publik global dan memberikan tekanan moral signifikan kepada para pemimpin dunia untuk memprioritaskan perdamaian. Mengingat ketegangan yang terus memanas antara Washington dan Teheran, yang seringkali diperumit oleh posisi Israel, intervensi Paus diharapkan dapat membuka ruang dialog dan de-eskalasi yang sangat dibutuhkan di kawasan tersebut. Pesan perdamaian ini menjadi semakin relevan di tengah perayaan Paskah, yang secara tradisional identik dengan harapan, penebusan, dan rekonsiliasi.