RENCANA DAMAI GAZA: ANCAMAN BARU, KORBAN BERTAMBAH! - Berita Dunia
← Kembali

RENCANA DAMAI GAZA: ANCAMAN BARU, KORBAN BERTAMBAH!

Foto Berita

Gaza kembali berdarah di tengah upaya damai yang rapuh. Serangan udara Israel menewaskan setidaknya dua warga Palestina pada Sabtu lalu, hari ketiga Ramadan, menambah panjang daftar korban sejak “gencatan senjata” Oktober lalu yang kini mencapai 614 jiwa meninggal dunia dan ribuan lainnya terluka.

Aksi militer ini terjadi hanya dua hari setelah "Dewan Perdamaian" bentukan mantan Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan perdananya, khusus membahas rekonstruksi, keamanan, dan tata kelola di Jalur Gaza. Dalam pertemuan tersebut, sembilan negara berkomitmen menyumbang $7 miliar, ditambah $10 miliar dari Amerika Serikat, untuk upaya pembangunan kembali Gaza. Angka fantastis ini, sayangnya, masih jauh dari estimasi $70 miliar yang dibutuhkan untuk memulihkan wilayah yang porak-poranda tersebut. Lima negara juga menyatakan siap mengirim pasukan untuk membentuk "International Stabilization Force" (ISF) berkekuatan 20.000 personel, yang rencananya akan mengambil alih fungsi keamanan dari Hamas.

Ironisnya, di tengah geliat janji-janji pembangunan dan penjagaan keamanan, akar masalah belum tersentuh. Perdebatan sengit mengenai perlucutan senjata Hamas menjadi duri dalam daging yang mengancam seluruh proses. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa Hamas harus menyerahkan senjatanya sebelum rekonstruksi bisa dimulai. Sebaliknya, Hamas menolak mentah-mentah selama pendudukan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut. Mereka menegaskan, setiap pembahasan politik harus diawali dengan penghentian agresi total, meski terbuka untuk pasukan penjaga perdamaian asalkan tanpa campur tangan dalam urusan internal Gaza.

Situasi ini menciptakan kebuntuan yang kompleks dan berpotensi menggagalkan rencana perdamaian. Serangan yang terus terjadi, diiringi krisis bantuan kemanusiaan yang tak kunjung usai, membuat banyak warga Palestina sangat skeptis terhadap keberhasilan rencana Trump. Ketidakpastian keamanan dan politik yang terus membayangi Gaza berarti warga sipil tetap menjadi korban utama, terjebak di antara janji perdamaian yang muluk dan realita konflik yang tak berkesudahan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook