AS BLOKIR VISA IMMIGRAN 75 NEGARA, KETAHUI ALASANNYA! - Berita Dunia
← Kembali

AS BLOKIR VISA IMMIGRAN 75 NEGARA, KETAHUI ALASANNYA!

Foto Berita

Amerika Serikat kembali bikin geger dengan kebijakan imigrasinya. Pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi menangguhkan pemrosesan visa imigran bagi warga negara dari 75 negara di seluruh dunia. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk melindungi kesejahteraan rakyat Amerika dari imigran yang dinilai terlalu membebani.

Departemen Luar Negeri AS pada Rabu waktu setempat mengumumkan bahwa pembekuan pemrosesan visa ini akan berlaku untuk negara-negara "yang migran-migrannya menyedot kekayaan dari rakyat Amerika pada tingkat yang tidak dapat diterima." Pembekuan ini akan terus berlaku hingga AS bisa memastikan bahwa imigran baru tidak akan "mengambil kekayaan" dari warga Amerika. Somalia, Haiti, Iran, dan Eritrea disebut-sebut sebagai beberapa negara yang terdampak.

Kebijakan kontroversial ini adalah bagian dari agenda anti-imigrasi garis keras yang digulirkan Trump sejak kembali menjabat pada Januari 2025. Sebelumnya, ia telah berjanji untuk menjalankan operasi deportasi terbesar dalam sejarah AS. Sepanjang tahun lalu, pemerintahannya telah membatasi beberapa program visa AS dan secara drastis memangkas jumlah penerimaan pengungsi. Bahkan, petugas imigrasi bersenjata lengkap diterjunkan di kota-kota besar AS untuk menahan dan mendeportasi orang yang dituduh tinggal ilegal.

Sebelumnya pada pekan ini, Departemen Luar Negeri AS melaporkan telah mencabut lebih dari 100.000 visa sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, sebuah rekor dalam setahun. Bulan lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mengumumkan bahwa pemerintahan Trump telah mendeportasi lebih dari 605.000 orang, sementara 2,5 juta lainnya meninggalkan AS atas kemauan sendiri.

Meskipun daftar lengkap 75 negara belum dirilis, kantor berita AFP, mengutip seorang pejabat AS, menyebut Brazil, Mesir, Thailand, Nigeria, Irak, dan Yaman juga akan termasuk dalam daftar tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa pembekuan pemrosesan visa imigran ini akan dimulai pada 21 Januari. Namun, penting dicatat bahwa langkah ini tidak berlaku untuk pemohon visa non-imigran, seperti visa turis atau bisnis sementara.

David Bier, direktur studi imigrasi di Cato Institute, menilai pemerintahan Trump telah menunjukkan "agenda anti-imigrasi legal paling keras dalam sejarah Amerika." Ia memprediksi, tindakan ini akan melarang hampir setengah dari total imigran legal ke Amerika Serikat, menolak sekitar 315.000 imigran legal hanya dalam satu tahun ke depan.

Aaron Reichlin-Melnick, seorang peneliti senior di American Immigration Council, menambahkan bahwa pengumuman terbaru ini, jika digabungkan dengan larangan perjalanan AS sebelumnya, berarti pemerintahan Trump kini telah "melarang atau menangguhkan visa imigran untuk 90 negara berbeda." Ironisnya, 70 persen dari negara-negara yang menjadi target berada di Afrika.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook