Suasana di pusat kota Washington D.C. mendadak panas. Massa pro-Palestina menggelar unjuk rasa di luar acara 'Board of Peace' yang digagas oleh Donald Trump. Dengan teriakan 'Free Palestine' yang membahana, para demonstran menunjukkan penolakan mereka terhadap situasi terkini di Timur Tengah. Yang menarik, beberapa dari mereka mengenakan topeng bergambar mantan Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Senator Marco Rubio. Penggunaan topeng ini disinyalir sebagai bentuk sindiran keras dan kritik terhadap figur-figur tersebut yang dinilai memiliki peran atau pengaruh dalam konflik berkepanjangan tersebut.
Namun, demonstrasi ini tak berjalan mulus. Ketegangan memuncak hingga terjadi dorong-dorongan antara para pengunjuk rasa dan aparat kepolisian. Petugas keamanan kemudian bertindak tegas, menahan dan menangkap beberapa individu dari kerumunan massa yang dianggap mengganggu ketertiban. Insiden ini bukan hanya sekadar protes, melainkan cerminan dari meningkatnya gejolak sosial dan politik di Amerika Serikat terkait isu Palestina. Aksi di luar acara 'Board of Peace' milik Trump ini seolah menjadi pesan bahwa narasi perdamaian yang diusung perlu dipertanyakan, terutama oleh mereka yang merasa tidak terwakili dan terus menyuarakan kebebasan Palestina.