Patung raksasa Lionel Messi setinggi 21 meter di Kolkata, India, yang sebelumnya diklaim sebagai patung pesepakbola tertinggi di dunia, akhirnya dibongkar. Pihak penyelenggara mengambil langkah ini setelah muncul kekhawatiran serius bahwa patung tersebut goyah saat diterpa angin kencang.
Menurut laporan media setempat, struktur patung yang terbuat dari fiberglass dan baja itu mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan. Tim insinyur yang ditugaskan menilai kondisi patung menyimpulkan bahwa risiko roboh sangat tinggi, terutama saat musim angin kencang melanda wilayah tersebut. Demi keselamatan warga dan pengunjung yang sering berfoto di dekat patung, keputusan pembongkaran pun diambil.
Bagi penggemar sepak bola di Kolkata, pembongkaran ini tentu mengecewakan. Patung tersebut sempat menjadi ikon baru dan daya tarik wisata. Namun, insiden ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan pengembang soal standar keselamatan konstruksi monumen publik. Kejadian serupa juga pernah terjadi di beberapa negara, di mana patung besar yang tidak dirancang dengan baik akhirnya menjadi ancaman daripada kebanggaan.
Dari sisi informasi, media India melaporkan bahwa patung Messi ini dibangun oleh seorang pengusaha lokal sebagai bentuk kekaguman terhadap sang megabintang. Sayangnya, antusiasme yang tinggi tidak dibarengi dengan kajian teknis yang matang terhadap kondisi cuaca ekstrem di Kolkata. Pelajaran berharga dari kasus ini adalah bahwa pembangunan infrastruktur publik, termasuk monumen, harus selalu mengutamakan aspek keselamatan dan ketahanan terhadap lingkungan sekitar.