Pemerintah China melalui Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA) memerintahkan otoritas daerah untuk memberantas konten materialistis, kekerasan, dan seksual di drama micro lokal. Kampanye ini menargetkan konten yang menampilkan pornografi ringan, pandangan menyimpang tentang pernikahan dan hubungan, serta pamer kekayaan secara berlebihan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar Beijing untuk membentuk norma sosial, termasuk mempromosikan pernikahan dan mencegah penyebaran ideologi berbahaya di dunia maya. Drama micro—serial video pendek yang dirancang untuk ponsel—telah meledak popularitasnya secara global, namun menuai kritik karena kontennya yang sering sensasional. Banyak drama micro menampilkan alur cerita cepat dan liar, mulai dari suami miliarder rahasia hingga kisah cinta terlarang, yang dirancang untuk membuat penonton terus menonton.
Menurut pernyataan NRTA, kampanye ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem konten yang sehat bagi industri drama micro. Kampanye akan menyasar isu pornografi ringan, materialisme, pamer kekayaan, pandangan menyimpang tentang pernikahan, tema feodalistik, balas dendam kekerasan, judul vulgar, dan pelanggaran hak cipta. Otoritas daerah akan melakukan pemeriksaan mendadak terhadap perusahaan produksi di wilayahnya dan mewajibkan perbaikan segera jika ditemukan pelanggaran.
Drama micro telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar bagi China, menarik penonton di Asia dan Afrika. Produser dari Korea Selatan dan Amerika Serikat pun mulai berinvestasi di sektor ini. Tahun lalu, pemerintah China mewajibkan produksi drama micro yang sensitif untuk mendapatkan persetujuan otoritas. Platform besar seperti WeChat dan Douyin juga gencar menghapus konten seksual dan ideologi berbahaya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China gencar mempengaruhi sikap sosial, termasuk mempromosikan hubungan sehat dan mengecam pamer kekayaan di tengah tantangan ekonomi. Kebijakan 'kemakmuran bersama' Xi bertujuan mempersempit kesenjangan kekayaan yang sensitif secara politik.
Analisis Dampak: Kampanye ini menegaskan kontrol ketat China atas konten digital sebagai alat pembentukan opini publik. Dampaknya, kreator drama micro akan lebih berhati-hati dalam memproduksi konten, mengurangi sensasionalisme, namun berpotensi membatasi kreativitas. Bagi masyarakat, ini bisa melindungi dari konten negatif, tetapi juga membatasi akses terhadap hiburan yang dianggap 'berbahaya' oleh pemerintah.