Moskow kembali dicekam ketegangan setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Rusia, menewaskan seorang petugas polisi dan pelaku penyerangan itu sendiri. Insiden mematikan ini terjadi tak jauh dari salah satu stasiun kereta tersibuk di kota tersebut.
Ledakan tersebut persisnya terjadi dekat Stasiun Kereta Savyolovsky, pusat transportasi penting di Moskow, pada Selasa dini hari waktu setempat. Pelaku disebutkan mendekati mobil patroli polisi lalu lintas, lalu sebuah bom meledak. Akibatnya, satu polisi meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua petugas lainnya mengalami luka serius dan kini sedang menjalani perawatan intensif.
Kementerian Dalam Negeri Rusia dan Komite Investigasi langsung turun tangan menyelidiki insiden ini, termasuk motif di balik serangan bom tersebut. Pihak berwenang belum merilis detail lebih lanjut mengenai identitas penyerang. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan mobil polisi yang hancur lebur, dengan jendela pecah dan serpihan berserakan di jalanan, meski mobil tidak sampai terbakar.
Serangan ini bukan kali pertama yang meneror Moskow. Ibu kota Rusia ini memang sedang menghadapi gelombang kekerasan dan insiden serupa dalam beberapa waktu terakhir. Yang menarik, ledakan terbaru ini bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina yang dimulai Februari 2022. Sebelumnya, Moskow juga pernah diguncang serangan penembakan terhadap perwira intelijen militer senior, serta beberapa ledakan bom mobil yang menargetkan pejabat tinggi militer, bahkan menewaskan mereka. Ukraina bahkan sempat mengklaim bertanggung jawab atas beberapa insiden tersebut, termasuk pembunuhan seorang letnan jenderal dengan bom skuter listrik. Rentetan kejadian ini tentu memicu pertanyaan besar tentang stabilitas keamanan di ibu kota Rusia dan kemungkinan keterkaitannya dengan konflik yang sedang berlangsung. Masyarakat tentu bertanya-tanya, apakah ini murni aksi teror, atau ada motif yang lebih dalam terkait geopolitik?