Suasana politik Inggris memanas dengan pengunduran diri Morgan McSweeney, Kepala Staf Perdana Menteri Keir Starmer. McSweeney secara gamblang menyatakan mundur karena keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat adalah kesalahan fatal. Pengakuan McSweeney ini langsung menyusul terungkapnya dokumen dan foto baru dari Departemen Kehakiman AS yang menyingkap sejauh mana hubungan Mandelson dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seks mendiang yang terkenal.
Anggota parlemen dari Partai Buruh sebelumnya sudah menyerukan agar McSweeney mundur, menyalahkan dirinya atas kerusakan reputasi partai akibat bocornya korespondensi vulgar antara Mandelson dan Epstein. McSweeney, yang dikenal sebagai anak didik dan sahabat Mandelson, dituding lalai dalam melakukan pemeriksaan latar belakang yang cermat saat penunjukan duta besar itu dilakukan.
Ironisnya, Mandelson sendiri sebenarnya sudah dipecat oleh Starmer pada September lalu karena kedekatannya dengan Epstein. Pekan lalu, ia juga memutuskan mundur dari Partai Buruh dan House of Lords, parlemen tinggi Inggris. Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) kini tengah meninjau kembali pembayaran pesangon fantastis yang diterima Mandelson—antara 38.750 hingga 55.000 poundsterling—padahal ia baru menjabat tujuh bulan.
Yang lebih mencengangkan, dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari mengindikasikan bahwa Mandelson diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein saat masih menjabat menteri, termasuk saat krisis finansial 2008. Fakta ini mendorong FCO meluncurkan penyelidikan atas pesangon dan mengkonfirmasi adanya investigasi polisi yang sedang berjalan.
Melalui pengacaranya, Mandelson menyatakan sangat menyesali kepercayaan butanya pada kebohongan Epstein tentang kejahatannya. Ia mengaku baru mengetahui kebenaran pahit itu setelah kematian Epstein pada 2019 dan menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada para perempuan dan gadis rentan yang tak mendapat perlindungan sepantasnya.
Peristiwa ini bukan sekadar pergantian jabatan biasa. Pengunduran diri McSweeney dan serangkaian skandal Mandelson jelas merusak citra Partai Buruh dan kredibilitas politik di Inggris secara keseluruhan. Kepercayaan publik terhadap proses penunjukan pejabat tinggi dan standar etika di pemerintahan kembali dipertanyakan. Skandal Epstein, yang terus menghantui tokoh-tokoh penting, menunjukkan betapa pentingnya integritas dan transparansi dalam dunia politik.