Ilaiyaraaja, komposer legendaris India berusia 83 tahun, telah menorehkan sejarah dengan menciptakan musik untuk lebih dari 1.000 film dalam sembilan bahasa. Capaian ini menjadikannya komposer paling produktif di industri film India. Lima dekade sejak debutnya, musiknya masih bergema di rumah-rumah, gedung konser, dan layar bioskop.
Pria yang akrab disapa 'Maestro' ini lahir dengan nama R Gnanathesikan di Pannaipuram, Tamil Nadu, pada Juni 1943. Ia tumbuh dalam kemiskinan setelah ayahnya meninggal saat ia berusia tujuh tahun. Ibunya, Chinnathayammal, menjadi tulang punggung keluarga. Ilaiyaraaja terpaksa putus sekolah di usia 14 tahun dan merantau ke Chennai pada 1968 untuk mengejar karier di industri film.
Terobosan besar terjadi pada 1976 lewat film Annakili. Ilaiyaraaja berhasil memadukan musik klasik India dengan orkestrasi Barat dan tradisi folk Tamil Nadu. 'Kedatangan Ilaiyaraaja adalah momen bersejarah. Ia membawa perspektif estetika dan sosial yang benar-benar baru ke dalam musik film India,' ujar TM Krishna, musisi Karnatik ternama.
Total, ia telah menggubah lebih dari 8.000 lagu film. Pada 2023, ia menjadi orang India pertama yang menggubah dan memainkan simfoni klasik Barat di London bersama Royal Philharmonic Orchestra. Pencapaian ini disebut sebagai 'tonggak sejarah musik global'.
Analisis: Kisah Ilaiyaraaja membuktikan bahwa bakat bisa muncul dari latar belakang paling sederhana sekalipun. Perjuangannya dari anak buruh perkebunan kapulaga hingga panggung Royal Albert Hall menjadi inspirasi bagi jutaan anak muda di negara berkembang. Di era digital seperti sekarang, di mana musik seringkali diproduksi secara instan, konsistensi Ilaiyaraaja selama lima dekade mengingatkan kita pada nilai orisinalitas dan penguasaan teknik musik klasik.