RUSIA SERANG FASILITAS NUKLIR CHORNOBYL, ZELENSKY GERAM - Berita Dunia
← Kembali

RUSIA SERANG FASILITAS NUKLIR CHORNOBYL, ZELENSKY GERAM

Foto Berita

Kyiv, Ukraina – Rusia kembali melakukan aksi nekat dengan menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl, Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy dengan keras mengecam serangan drone Shahed yang disebutnya sebagai tindakan 'sangat keji' pada Minggu (16/2) lalu.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi serangan tersebut merusak bangunan penerima bahan bakar yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi penyimpanan material nuklir dalam jumlah besar. Beruntung, menurut otoritas atom Ukraina, Energoatom, tidak ada bahan bakar bekas yang tersimpan di gedung tersebut saat insiden terjadi. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Meski demikian, Zelenskyy menegaskan bahwa tingkat radiasi di sekitar lokasi masih dalam batas normal. Namun, ia memperingatkan bahwa aksi ini menunjukkan peningkatan 'kebiadaban' Rusia yang sudah tidak masuk akal. 'Ini adalah serangan yang sangat keji. Belum ada lonjakan radiasi, tapi ini bukti Rusia semakin nekat,' ujarnya.

IAEA berjanji akan segera mengirim tim inspeksi ke lokasi untuk menilai dampak kerusakan. Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Rusia dituding menggunakan drone serupa untuk merusak kubah pelindung reaktor Chornobyl yang hancur pada bencana 1986 silam.

Sementara itu, di wilayah lain Ukraina, serangan drone Rusia pada hari yang sama menewaskan dua warga sipil. Seorang sopir minibus berusia 56 tahun tewas di Zaporizhia, dan seorang pria 59 tahun lainnya tewas di Dnipropetrovsk akibat gempuran drone dan bom udara.

Serangan brutal ini terjadi di tengah upaya diplomasi tingkat tinggi. Zelenskyy dijadwalkan bertemu para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman di London untuk membahas tekanan lebih lanjut terhadap Moskow. Sebelumnya, Zelenskyy sempat mengajak Putin bertemu langsung untuk gencatan senjata penuh, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Kremlin.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook