PENTAGON SIAP GEMPUR IRAN: PULAU KUNCI TERANCAM! - Berita Dunia
← Kembali

PENTAGON SIAP GEMPUR IRAN: PULAU KUNCI TERANCAM!

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, yang menyebut Pentagon sedang merancang skenario operasi darat terbatas di Iran. Rencana ini ditegaskan bukan invasi skala penuh, namun lebih condong ke serangan terarah melibatkan pasukan operasi khusus dan infanteri konvensional.

Menurut laporan The Washington Post, operasi ini menargetkan lokasi strategis seperti Pulau Kharg – yang menjadi urat nadi ekspor minyak Iran – serta situs-situs pesisir di dekat Selat Hormuz. Tujuannya jelas: melumpuhkan dan menghancurkan persenjataan yang bisa mengancam jalur pelayaran komersial maupun militer di salah satu jalur laut paling vital di dunia.

Meskipun rencana ini sudah matang di meja Pentagon, persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump masih menjadi tanda tanya besar. Namun, jika jadi dilancarkan, personel AS akan menghadapi risiko tinggi dari drone, rudal, tembakan darat, hingga bahan peledak improvisasi milik Iran.

Situasi ini diperparah dengan pengerahan ribuan personel AS ke Timur Tengah. Belum lama ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi sekitar 3.500 tentara tambahan telah tiba di kawasan tersebut menggunakan USS Tripoli, melengkapi ribuan Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang sudah lebih dulu berada di sana.

Diperkirakan, operasi ini akan memakan waktu 'minggu' hingga 'beberapa bulan'. Respons Iran pun tak kalah sengit. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan pasukannya siap menyambut tentara Amerika di darat dan memberi pelajaran setimpal, seraya menuduh AS bermuka dua: mengajak negosiasi sambil merencanakan serangan rahasia.

Ketegangan ini muncul di tengah upaya Pakistan menjadi mediator antara Washington dan Teheran, yang baru saja menjadi tuan rumah pembicaraan penting. Jika rencana Pentagon ini benar-benar disetujui, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi stabilitas regional, tetapi juga mengancam pasokan minyak global mengingat vitalnya Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal tanker minyak dunia. Ini menunjukkan bahwa di balik layar diplomasi, opsi militer masih menjadi pertimbangan serius.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook