BALAS DENDAM BERDARAH! IRAN HANTAM ISRAEL, KORBAN BERJATUHAN - Berita Dunia
← Kembali

BALAS DENDAM BERDARAH! IRAN HANTAM ISRAEL, KORBAN BERJATUHAN

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Iran melancarkan serangan rudal balasan bertubi-tubi ke wilayah Israel pada Selasa malam, yang kemudian berlanjut Rabu pagi. Insiden ini diklaim sebagai 'balas dendam' atas pembunuhan petinggi keamanannya oleh Israel.

Dua warga sipil, sepasang suami istri berusia 70-an, dilaporkan tewas di area Ramat Gan, dekat Tel Aviv, akibat serangan rudal multi-hulu ledak yang didesain untuk menghindari sistem pertahanan. Beberapa warga lainnya juga terluka akibat pecahan rudal, dan kerugian properti cukup signifikan, termasuk kerusakan di stasiun kereta Tel Aviv.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terang-terangan menyatakan serangan ini adalah 'pembalasan atas darah martir Dr. Ali Larijani dan rekan-rekannya'. Larijani, kepala keamanan Iran, serta Gholamreza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij, tewas dalam serangan udara Israel sebelumnya. Keduanya akan dimakamkan pada hari Rabu.

Reporter Al Jazeera dari Ramallah menggambarkan malam yang 'sulit' di Israel, di mana amunisi klaster yang datang memicu 'banyak alarm'. Ada kekhawatiran terkait lambatnya sirene peringatan udara yang membuat korban lansia tidak sempat berlindung di ruangan aman.

Di tengah eskalasi ini, Iran juga mengumumkan eksekusi seorang pria yang dituduh memata-matai untuk agen intelijen Israel, Mossad. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa sebuah proyektil mengenai area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr Iran pada Selasa, meski tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.

Serangan rudal ini tak hanya menandai babak baru dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan poros AS-Israel, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Israel dalam menghadapi rudal yang lebih canggih. Pernyataan Iran yang bersikeras bahwa struktur pemerintahannya kuat dan tidak terpengaruh kehilangan pemimpin, justru kontras dengan kekhawatiran dari pengamat yang menyebutkan situasi ini makin membingungkan dan berpotensi memicu ketidakpastian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook