IRAN MURKA: AS INCAR HARTA KAMI, SIAPKAN PERANG REGIONAL! - Berita Dunia
← Kembali

IRAN MURKA: AS INCAR HARTA KAMI, SIAPKAN PERANG REGIONAL!

Foto Berita

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ia menegaskan, jika AS berani menyerang Iran, perang besar di tingkat regional tidak akan terhindarkan. Peringatan ini datang di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah, termasuk kapal induk dan jet tempur USS Abraham Lincoln.

Khamenei menuduh AS secara terang-terangan mengincar sumber daya alam negaranya, seperti minyak dan gas. Menurutnya, inilah motif utama di balik permusuhan Washington, sementara isu-isu lain seperti hak asasi manusia hanya ‘omong kosong belaka’. Pernyataan ini disampaikan saat peringatan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada tahun 1979, momen penting yang memicu Revolusi Iran.

Tensi antara kedua negara memang memanas setelah unjuk rasa anti-pemerintah pecah di Iran Januari lalu. Ribuan orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Khamenei menyebut protes itu sebagai ‘kudeta’ yang didalangi agen asing, dengan tujuan merusak pusat-pusat vital negara. Berita dari media pemerintah Iran menyebutkan 3.117 korban jiwa, sementara aktivis HAM AS mengklaim lebih dari 6.000 korban.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sendiri berulang kali mengancam akan menyerang Iran. Awalnya, Trump mengaitkan serangan dengan penanganan demonstran, namun kemudian ia menggeser fokus pada kesepakatan nuklir baru. Ironisnya, di tengah semua retorika keras dan aksi militer, kedua belah pihak justru mengonfirmasi bahwa mereka telah membuka jalur komunikasi. Trump bahkan mengatakan Teheran ‘serius berbicara’ dengan Washington terkait kemungkinan kesepakatan tanpa senjata nuklir, sebuah sinyal diplomatik yang patut dicermati di tengah situasi panas ini. Hal ini menunjukkan dinamika kompleks antara ancaman dan negosiasi yang terus berlangsung di kawasan, dengan potensi dampak besar bagi stabilitas global dan pasokan energi dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook