IRAN ANCAM PUTUS GENCATAN SENJATA DENGAN AS - Berita Dunia
← Kembali

IRAN ANCAM PUTUS GENCATAN SENJATA DENGAN AS

Foto Berita

Teheran, Kompas.com — Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). Mereka menyatakan bahwa gencatan senjata yang selama ini terjalin antara kedua negara bisa runtuh jika Israel terus melancarkan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kesepakatan dengan AS bersifat menyeluruh. "Gencatan senjata ini berlaku di semua lini, termasuk Lebanon. Pelanggaran di satu front adalah pelanggaran terhadap semua front," ujarnya, seperti dikutip media setempat.

Peringatan ini muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan serangan ke pinggiran selatan Beirut. Netanyahu menyebut targetnya adalah "teroris" sebagai balasan atas serangan roket dan drone yang dilancarkan Hizbullah ke Israel.

Di tengah ketegangan, mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim telah berkomunikasi dengan Netanyahu dan perwakilan Hizbullah. Melalui media sosial, Trump menyebut tidak akan ada tentara yang masuk ke Beirut dan semua tembakan akan dihentikan. Namun, klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari Israel atau Hizbullah.

Situasi semakin panas setelah kantor berita Tasnim, yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, melaporkan bahwa Teheran bisa menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS. Iran juga mengancam akan mengaktifkan "front lain", termasuk Selat Bab al-Mandab di pintu masuk Laut Merah.

Analisis Dampak: Ancaman ini membuat harga minyak mentah dunia kembali meroket. Brent crude tercatat naik tajam setelah serangan balasan antara AS dan Iran di Selat Hormuz akhir pekan lalu. Jika gencatan senjata benar-benar bubar, dampaknya tidak hanya pada stabilitas Timur Tengah, tetapi juga pada harga energi global yang langsung terasa di kantong masyarakat Indonesia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook