TOKOH ADAT NIKARAGUA TEWAS DIBAWAH TEKANAN REZIM ORTEGA - Berita Dunia
← Kembali

TOKOH ADAT NIKARAGUA TEWAS DIBAWAH TEKANAN REZIM ORTEGA

Foto Berita

Managua, Nikaragua – Brooklyn Rivera, pemimpin gerakan adat terkemuka di Nikaragua, meninggal dunia setelah ditahan rezim otoriter Presiden Daniel Ortega selama hampir tiga tahun. Rivera, pendiri gerakan adat Yatama, menghembuskan napas terakhir akibat 'kerusakan fisik dan neurologis' yang dipicu infeksi Covid-19. Hal ini diumumkan Kementerian Kesehatan Nikaragua pada Minggu (6/4/2025).

Pemerintahan Ortega butuh waktu 15 jam untuk mengonfirmasi kematian Rivera. Lebih tragisnya lagi, mereka menolak menyerahkan jenazah pria berusia 73 tahun itu kepada keluarganya, seperti dilaporkan media oposisi. Rivera ditahan secara sewenang-wenang saat kembali ke rumahnya di Nikaragua pada September 2023. Ia sudah lama memperjuangkan otonomi masyarakat adat dan berseberangan dengan rezim Ortega sejak 1980-an.

Kondisi kesehatannya baru terkuak pekan lalu ketika pemerintah mengakui ia dirawat di rumah sakit di Managua. Foto yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan Rivera kurus kering terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang pernapasan di leher. Kabar ini memicu gelombang kecaman internasional. Departemen Luar Negeri AS menyebut Rivera sebagai 'tahanan politik yang tidak adil' dan menuduh pemerintah Nikaragua berusaha menutupi perannya dalam penyiksaan.

Amnesty International melalui juru bicaranya César Marín mendesak pembebasan Rivera segera. 'Kondisi kesehatannya yang kritis membuktikan risiko ekstrem yang ia hadapi dalam tahanan negara,' tegas Marín. Sementara itu, aktivis HAM Bianca Jagger menyebut rezim Ortega sebagai 'rezim diktator' yang bertanggung jawab penuh atas kematian Rivera. 'Banyak tahanan politik lain yang mati dalam tahanan rezim ini,' ujarnya kepada BBC.

Analisis Dampak: Kasus Rivera menjadi simbol kegagalan sistem hukum dan HAM di Nikaragua di bawah Ortega. Kematian tokoh adat ini memperkuat citra rezim yang represif, terutama setelah puluhan tahanan politik dilaporkan meninggal dalam tahanan. Komunitas internasional, termasuk AS dan Uni Eropa, kemungkinan akan memperketat sanksi terhadap Ortega. Di sisi lain, kematian Rivera bisa memicu perlawanan baru dari kelompok adat Moskitia yang selama ini menjadi basis perlawanan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook