Kabar kemenangan telak Partai Liberal Demokrat (LDP) pimpinan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilihan sela majelis rendah parlemen pada hari Minggu lalu mengguncang panggung politik Negeri Sakura. Menurut prediksi lembaga penyiaran publik NHK, LDP bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), berpotensi mengamankan hingga 366 dari total 465 kursi. Angka ini jauh melampaui 233 kursi yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas, memberi kekuatan penuh kepada pemerintahan Takaichi.
Segera setelah proyeksi media menunjukkan partainya memimpin, Takaichi menegaskan komitmennya. "Kami secara konsisten menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan proaktif," ujarnya di hadapan awak media. "Kami akan memprioritaskan keberlanjutan kebijakan fiskal dan memastikan investasi yang diperlukan." Namun, di balik janji manis itu, janji kampanye Takaichi untuk menangguhkan pajak penjualan 8 persen pada bahan makanan demi meringankan beban rumah tangga justru membuat investor gelisah. Kekhawatiran muncul mengingat Jepang merupakan negara dengan beban utang terberat di antara negara-negara maju, memunculkan tanda tanya besar soal bagaimana rencana ini akan didanai.
Pemilihan sela ini sendiri digelar hanya tiga bulan setelah Takaichi menjabat, sebagai upaya LDP untuk membalikkan nasib politiknya setelah diguncang berbagai skandal pendanaan dan agama. Meskipun dihadapkan pada cuaca ekstrem dengan rekor hujan salju yang sempat menghambat lalu lintas dan membuat beberapa tempat pemungutan suara ditutup lebih awal, warga tetap antusias memberikan suara mereka. Seorang warga, Kazushige Cho (54), mengungkapkan perasaannya. "Rasanya seperti dia (Takaichi) menciptakan arah—seperti seluruh negara bersatu dan bergerak maju. Itu sangat beresonansi dengan saya," katanya kepada Reuters. Namun, kekhawatiran juga muncul, seperti dari Mineko Mori (74) yang khawatir pemotongan pajak justru akan membebani generasi mendatang.
Craig Mark, seorang dosen di Universitas Hosei, menilai kesuksesan Takaichi ini memberikan LDP kemampuan untuk "mengalahkan partai oposisi." Artinya, "dia bisa mendorong legislasi apa pun yang diinginkannya, baik itu anggaran rekor yang baru saja disetujui atau belanja pertahanan," jelas Mark kepada Al Jazeera dari Tokyo. Ini juga merupakan "kesempatan terbesar" bagi Takaichi untuk mengubah citra Jepang sebagai negara pasifis, mengingat konstitusi pasca-Perang Dunia II secara resmi tidak mengakui militer dan membatasinya hanya untuk kemampuan pertahanan diri.
Dunia usaha menyambut baik hasil pemilu ini sebagai penanda kembalinya stabilitas politik. Yoshinobu Tsutsui, Kepala Lobi Bisnis Jepang Keidanren, menyatakan, "Ekonomi Jepang kini berada pada titik kritis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan kuat." Di sisi lain, negara-negara tetangga, terutama Tiongkok, juga akan mencermati hasil ini dengan saksama, mengingat potensi perubahan arah kebijakan Jepang di bawah kepemimpinan Takaichi yang bisa memiliki implikasi geopolitik yang signifikan.