KETEGANGAN MEMANAS! AS ANCAM KUBAN, SIAGA PENUH PERANG? - Berita Dunia
← Kembali

KETEGANGAN MEMANAS! AS ANCAM KUBAN, SIAGA PENUH PERANG?

Foto Berita

Kuba kini tengah berjuang pulih dari krisis listrik parah yang melanda jutaan warganya. Namun, di tengah kegelapan, ancaman invasi dari Amerika Serikat kian menghantui. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, Minggu lalu menegaskan kesiapan negaranya untuk memobilisasi kekuatan militer jika agresi terjadi. Meski begitu, de Cossio menyebut invasi bukan hal yang mungkin terjadi, tapi ia memperingatkan bahwa 'naif jika tidak bersiap'.

Ancaman Trump muncul di tengah sanksi berat berupa blokade minyak yang diberlakukan Washington sejak awal tahun. Langkah ini dipicu dukungan Kuba terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump bahkan mengultimatum eksportir minyak agar tak memasok ke Kuba, atau menghadapi tarif tinggi. Akibatnya, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyebut negaranya sudah tiga bulan tak menerima pasokan minyak dari luar negeri. Padahal, Kuba hanya mampu memproduksi 40 persen kebutuhan bahan bakarnya sendiri.

Blokade ini tak pelak melumpuhkan ekonomi Kuba dan memicu serangkaian krisis listrik. Pemadaman listrik massal hari Sabtu lalu adalah yang kedua dalam seminggu dan ketiga kalinya di bulan Maret. Unit kelistrikan nasional bahkan mati total, membuat sekitar 72.000 pelanggan di Havana, termasuk lima rumah sakit, sempat gelap gulita. Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba menjelaskan, insiden ini terjadi akibat unit pembangkit di Pembangkit Listrik Termoelektrik Nuevitas di Provinsi Camaguey mati mendadak.

Meski ketegangan memuncak, Kepala Komando Selatan AS, Jenderal Francis Donovan, dalam rapat di Senat AS pekan ini, membantah bahwa pasukannya sedang berlatih atau bersiap menginvasi Kuba. Namun, ia menegaskan AS siap melindungi kedutaannya, mempertahankan pangkalan militer di Guantanamo Bay, serta membantu jika terjadi migrasi massal dari Kuba. Sementara itu, Havana menegaskan dialog 'serius dan bertanggung jawab' dengan Washington yang dimulai awal bulan ini, tidak akan membahas perubahan sistem pemerintahan Kuba.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook