RAFAH DIBUKA SEBAGIAN, GAZA BERDARAH DAHULU! - Berita Dunia
← Kembali

RAFAH DIBUKA SEBAGIAN, GAZA BERDARAH DAHULU!

Foto Berita

Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina, di mana separuh di antaranya adalah anak-anak. Peristiwa tragis ini terjadi sehari menjelang pembukaan kembali perlintasan Rafah yang sangat dinanti, memicu pertanyaan besar tentang komitmen terhadap gencatan senjata dan situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ledakan demi ledakan terdengar sejak Sabtu pagi. Di Khan Younis, sebuah tenda pengungsian di area al-Mawasi menjadi sasaran, merenggut nyawa tujuh orang, termasuk tiga anak-anak yang tak berdosa. Sementara itu, di Kota Gaza, lima warga Palestina, termasuk tiga anak lainnya, tewas akibat serangan udara yang menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Remal. Tak berhenti di situ, delapan warga juga terluka dalam pemboman lain di gedung apartemen di lingkungan Daraj, menunjukkan bahwa kekerasan masih jauh dari usai.

Kabar pembukaan perlintasan Rafah pada Minggu besok, setelah ditutup sejak Mei 2024, sejatinya membawa secercah harapan. Pintu gerbang vital yang menghubungkan Gaza dengan Mesir ini adalah bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Namun, harapan itu langsung meredup dengan adanya pengumuman pembatasan ketat dari Israel.

Pihak Israel menyatakan hanya akan mengizinkan 'pergerakan terbatas' bagi orang-orang yang telah menerima izin keamanan khusus. Yang paling mengkhawatirkan, tidak ada bantuan atau pasokan kemanusiaan yang diizinkan masuk. Akses juga dibatasi hanya untuk mereka yang mengungsi dalam dua tahun terakhir, sementara warga Gaza yang lahir di luar wilayah tersebut tidak diperkenankan kembali. Hamas, melalui juru bicaranya, langsung menyerukan Israel untuk mengizinkan pergerakan keluar-masuk Gaza tanpa batasan dan mematuhi semua aspek kesepakatan gencatan senjata.

Pembatasan drastis ini jelas bertolak belakang dengan semangat perjanjian damai dan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah. Rafah adalah jalur utama bagi bantuan dan pergerakan orang, dan pembatasan ini berarti jutaan warga Gaza akan terus hidup dalam penderitaan tanpa akses memadai terhadap kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal. Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan, setidaknya 524 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata yang ditengahi AS mulai berlaku pada 10 Oktober. Angka ini menambah daftar panjang korban konflik yang mengerikan, di mana total lebih dari 71.600 warga Palestina telah kehilangan nyawa sejak 7 Oktober 2023. Peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik janji perdamaian, kekerasan dan penderitaan masih terus membayangi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook