TAPESTRI BAYEUX 950 TAHUN SIAP DIANGKUT KE LONDON - Berita Dunia
← Kembali

TAPESTRI BAYEUX 950 TAHUN SIAP DIANGKUT KE LONDON

Foto Berita

PARIS – Kabar gembira bagi pencinta sejarah dan seni di Inggris. Tapestri Bayeux yang legendaris, berusia 950 tahun, akhirnya akan melakukan perjalanan pertamanya ke London bulan depan. Pejabat Prancis menyatakan artefak sepanjang 70 meter itu akan aman 'seperti bayi' selama pengiriman.

Karya yang merekam invasi Norman ke Inggris pada 1066 ini akan dipamerkan selama sembilan bulan di British Museum. Ini baru kali ketiga dalam sejarah, tapestry tersebut meninggalkan kota Bayeux. Sebelumnya, ia hanya sempat dipamerkan di Paris pada masa Napoleon dan Perang Dunia II.

Kepindahan ini sempat menuai kekhawatiran dari banyak kalangan seni Prancis. Mereka menilai karya yang terbuat dari kain linen dan sulaman ini terlalu rapuh untuk dipindahkan. Namun, Kementerian Kebudayaan Prancis mengaku sudah melakukan dua kali uji coba dry-run menggunakan replika.

“Saya sangat tenang. Tidak ada satu pun yang dibiarkan begitu saja,” ujar Delphine Christophe, Kepala Warisan dan Arsitektur Kementerian Kebudayaan Prancis.

Proses pengamanan tapestry ini sangat rumit. Artefak akan diletakkan di dalam ‘double crate’—sebuah kotak di dalam cangkang. Kotak aluminium khusus akan mengatur suhu dan kelembaban, lalu dimasukkan ke dalam sangkar luar yang dilengkapi 12 pegas logam sebagai peredam kejut. Seluruh paket ini akan diangkut dengan truk, lalu naik kereta shuttle di bawah Selat Channel sejauh 560 kilometer.

“Guncangan vertikal akan diubah menjadi guncangan horizontal, sehingga kotak di dalamnya akan bergoyang seperti bayi di ayunan,” jelas Cecilia Gauvin, pakar konservasi seni.

Hasil uji coba menunjukkan peredaman guncangan mencapai 96 persen, setara dengan getaran yang biasa diterima karya seni saat dipajang di museum. Tim ahli bahkan mengamati bahwa jalanan Inggris lebih bergelombang dibanding Prancis, namun hal itu tidak memengaruhi perhitungan keamanan.

Tanggal pasti pengiriman dirahasiakan karena alasan keamanan, namun diperkirakan akhir Juli. Sesampainya di British Museum, tapestry akan dipajang secara datar, tidak vertikal, untuk mengurangi tekanan pada benang-benangnya.

Meski demikian, kritik tetap muncul. Didier Rykner, penulis seni terkemuka Prancis, meragukan keselamatan artefak jika truk terjebak di terowongan. “Laporan teknis itu tidak berarti, hanya untuk membenarkan keputusan politik yang sudah diambil,” sindirnya.

Terlepas dari pro-kontra, perjalanan bersejarah ini dipastikan menjadi salah satu momen paling penting dalam dunia konservasi artefak global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook