KUBA BEBASKAN RIBUAN NAPI, UNTUK LULUH AMERIKA? - Berita Dunia
← Kembali

KUBA BEBASKAN RIBUAN NAPI, UNTUK LULUH AMERIKA?

Foto Berita

Pemerintah Kuba baru-baru ini membuat gebrakan besar dengan mengumumkan pembebasan 2.010 narapidana. Langkah ini disebut sebagai 'gestur kemanusiaan' yang bertepatan dengan perayaan Pekan Suci Paskah.

Pengumuman mengejutkan ini datang di tengah peningkatan tekanan dari Amerika Serikat, yang selama ini memberlakukan blokade minyak ketat dan menyerukan perubahan pemerintahan di negara komunis tersebut. Pembebasan tahanan politik memang sudah lama menjadi tuntutan inti Washington.

Meski Kuba bersikeras bahwa keputusan ini murni karena 'analisis cermat terhadap kejahatan yang dilakukan, perilaku baik di penjara, lamanya masa tahanan, serta kondisi kesehatan mereka,' waktu pengumuman ini justru bertepatan dengan kampanye tekanan paling intens dari AS dalam beberapa dekade terakhir.

Situasi ini juga makin menarik karena sehari sebelum pengumuman grasi, diplomat senior Kuba di Washington secara terbuka mengajak pemerintah AS untuk membantu memulihkan ekonominya yang sedang terpuruk, sebagai bagian dari negosiasi yang masih buntu. Michael Bustamante, Ketua Studi Kuba di University of Miami, berpendapat bahwa ini bisa menjadi sinyal kemajuan, meskipun lambat, dalam pembicaraan antara kedua negara.

Pemerintah Kuba belum merinci identitas narapidana yang dibebaskan, jenis kejahatan mereka, atau kapan persisnya mereka akan menghirup udara bebas. Namun, mereka memastikan bahwa kelompok yang akan diampuni mencakup kaum muda, perempuan, dan narapidana berusia di atas 60 tahun. Penting dicatat, mereka yang dihukum atas kasus pembunuhan, pelecehan seksual, dan kejahatan narkoba tidak termasuk dalam daftar pengampunan ini.

Ini bukan kali pertama Kuba melakukan hal serupa. Sejak 2011, sudah lima kali pemerintah Kuba memberikan pengampunan massal, dengan total lebih dari 11.000 narapidana. Bahkan pada Maret lalu, 51 tahanan juga dibebaskan sebagai 'tanda niat baik' terhadap Vatikan, yang sering berperan sebagai mediator antara Washington dan Havana. Apakah ini strategi Kuba untuk meredakan ketegangan atau justru membuka pintu negosiasi baru, kita tunggu saja kelanjutannya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook