MEKSIKO SERAHKAN PULUHAN TERSANGKA KARTEL KE AS DI TENGAH ANCAMAN - Berita Dunia
← Kembali

MEKSIKO SERAHKAN PULUHAN TERSANGKA KARTEL KE AS DI TENGAH ANCAMAN

Foto Berita

Tensi antara Meksiko dan Amerika Serikat kembali memanas. Di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan darat terhadap kartel narkoba, Meksiko baru-baru ini menyerahkan 37 anggota organisasi kriminal kepada AS.

Ini adalah transfer besar ketiga dalam setahun terakhir, menjadikan total tersangka yang diserahkan mencapai 92 orang. Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, melalui akun X (sebelumnya Twitter), menunjukkan deretan personel keamanan Meksiko bersenjata lengkap berjejer di samping pesawat. Beberapa kendaraan lapis baja yang diduga mengangkut para tersangka terlihat di lokasi.

Harfuch menegaskan, langkah ini bertujuan mencegah para “kriminal berprofil tinggi” ini terus menciptakan kekerasan di Meksiko. Para tersangka diterbangkan ke berbagai kota di AS seperti Washington, Houston, New York, Pennsylvania, San Antonio, dan San Diego menggunakan tujuh pesawat Angkatan Bersenjata Meksiko.

Transfer ini dilakukan saat Washington terus menekan Meksiko terkait aktivitas kartel. Trump berulang kali mengancam akan menyerang kartel di dalam perbatasan Meksiko, dengan atau tanpa izin pemerintah setempat. Ancaman ini menyusul serangan AS di Pasifik dan Karibia yang menewaskan lebih dari 110 orang sejak September lalu.

Otoritas AS memburu para tersangka yang diserahkan karena dugaan kuat keterlibatan mereka dengan organisasi kriminal dan ancaman terhadap keselamatan publik. Salah satu yang dikirim adalah Pedro Inzunza Noriega, ayah dari orang kedua di kartel Beltran Leyva, yang ditangkap pada Desember 2025 (tanggal ini kemungkinan salah di berita asli, seharusnya tahun lalu atau sebelumnya) setelah AS menuduhnya terlibat terorisme narkoba.

Meski menuai perdebatan di kalangan anggota parlemen dan pakar hukum Meksiko mengenai dasar hukum transfer ini, Menteri Harfuch memastikan prosesnya sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Nasional Meksiko dan mekanisme kerja sama bilateral dengan AS, dengan tetap menghormati kedaulatan nasional.

Harfuch juga mengungkapkan bahwa Meksiko telah mendapatkan komitmen dari AS bahwa para tersangka tidak akan menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah. Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menolak intervensi militer AS di wilayahnya, mengklaim bahwa penyitaan fentanil di perbatasan AS-Meksiko telah menurun 50 persen berkat kebijakan pemerintahannya melawan kejahatan narkoba.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook