Jakarta, Indonesia – Seluruh wilayah Jamaika lumpuh total setelah mengalami pemadaman listrik langka yang terjadi Jumat malam waktu setempat. Menteri Energi, Telekomunikasi, dan Transportasi Jamaika, Daryl Vaz, akhirnya buka suara dan memastikan aliran listrik sudah kembali menyala untuk semua pelanggan pada Sabtu pagi.
Vaz mengaku terus memantau situasi sepanjang malam dan menyebut kejadian ini sebagai situasi yang 'tidak bisa diterima'. Ia langsung menggelar rapat darurat dengan pejabat pemerintah dan perusahaan listrik milik swasta, Jamaica Public Service Company (JPS), untuk menyelidiki penyebab pasti di balik gelapnya seluruh pulau berpenduduk 2,8 juta jiwa ini.
Yang membuat situasi makin kritis, pemadaman ini terjadi tepat di awal musim badai Atlantik. Banyak warga langsung panik membayangkan bagaimana nasib jaringan listrik jika badai besar benar-benar menerjang. JPS sendiri baru bisa memulihkan listrik untuk 500.000 dari total 700.000 pelanggan dalam semalam, dan sisanya menyusul beberapa jam kemudian.
Pemerintah sudah memerintahkan JPS untuk memberikan laporan lengkap dalam 24 jam ke depan, termasuk penyebab pasti insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan. Langkah ini penting mengingat terakhir kali Jamaika mengalami pemadaman masif adalah saat Badai Melissa menerjang pada Oktober lalu, yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan kerusakan miliaran dolar.