Gugatan hukum baru-baru ini mengguncang lanskap kebijakan iklim Amerika Serikat. Lebih dari selusin kelompok advokasi kesehatan dan lingkungan secara resmi menggugat Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) AS. Gugatan ini dipicu keputusan EPA mencabut temuan penting tahun 2009 yang dikenal sebagai 'temuan bahaya' (endangerment finding).
Temuan bahaya ini adalah pijakan hukum yang menyatakan gas rumah kaca sangat berisiko bagi kesehatan publik dan keselamatan lingkungan karena menjadi pendorong utama perubahan iklim. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, temuan krusial tersebut secara resmi dicabut pada 12 Februari lalu, sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump memangkas regulasi dan kembali memprioritaskan bahan bakar fosil.
Para penggugat khawatir, pencabutan ini akan membahayakan kesehatan dan kesejahteraan warga AS. Mereka memprediksi, keputusan ini berpotensi memicu tingkat polusi yang lebih tinggi, meningkatkan biaya kesehatan masyarakat, dan bahkan menyebabkan ribuan kematian yang sebenarnya bisa dicegah.
Sejak masa jabatannya yang pertama, Trump memang dikenal konsisten menarik AS dari berbagai inisiatif iklim global, termasuk Kesepakatan Iklim Paris. Ia bahkan berencana untuk kembali menarik AS dari kesepakatan itu jika terpilih lagi pada tahun 2025. Tidak hanya itu, pada Januari lalu, Trump juga mengeluarkan perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintahannya untuk mengakhiri keterlibatan dengan lusinan organisasi dan perjanjian internasional terkait iklim. Untuk melengkapi kebijakannya, ia juga mendorong eksplorasi minyak baru dan memprioritaskan batu bara untuk produksi energi Departemen Pertahanan.
Trump kerap melontarkan pernyataan yang meragukan sains perubahan iklim, bahkan pernah menyebutnya sebagai 'penipuan terbesar' yang pernah terjadi di dunia. Keputusan ini jelas menandai pergeseran drastis dalam kebijakan lingkungan AS, yang tentu saja akan berdampak luas, tidak hanya bagi Amerika tetapi juga bagi upaya global dalam menghadapi krisis iklim. Langkah ini menjadi tantangan besar bagi para aktivis lingkungan dan kesehatan yang berjuang melawan kebijakan deregulasi yang agresif.