Paris, Prancis - Euforia kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions harus ternoda oleh kerusuhan antara suporter dan aparat keamanan. Perayaan yang semula meriah berubah menjadi chaos setelah ribuan polisi dikerahkan untuk membubarkan massa yang bertindak anarkis.
Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan, sedikitnya 219 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Delapan di antaranya dalam kondisi serius akibat bentrokan dengan polisi. Tak hanya itu, otoritas setempat juga mengamankan 780 orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan fasilitas umum dan bentrokan.
Korban luka tidak hanya berasal dari kalangan suporter, tetapi juga aparat keamanan yang berusaha mengendalikan situasi. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengonfirmasi bahwa bentrokan paling sengit terjadi di sekitar Champ de Mars, lokasi penyambutan para pemain PSG.
Dampak dan Analisis: Insiden ini menjadi tamparan keras bagi citra sepak bola Prancis. Selain mencoreng pesta kemenangan, aksi anarkis ini memicu kekhawatiran akan keselamatan publik dalam event olahraga besar. Para pengamat menilai, lemahnya koordinasi antara panitia penyelenggara dan kepolisian menjadi pemicu utama meledaknya kerusuhan. Ke depan, pihak berwenang harus mengevaluasi sistem keamanan dan pengaturan suporter agar tragedi serupa tidak terulang, terutama menjelang gelaran turnamen internasional yang akan datang.