PULAU SURGA INI MENDADAK SEPI! BLOKADE AS HANTUI KUBA - Berita Dunia
← Kembali

PULAU SURGA INI MENDADAK SEPI! BLOKADE AS HANTUI KUBA

Foto Berita

Kondisi pariwisata Kuba sedang tidak baik-baik saja. Sektor yang puluhan tahun menjadi penopang utama ekonomi negara Karibia ini kini terpuruk parah. Akibatnya, ribuan warga, mulai dari sopir taksi hingga pemandu wisata, kehilangan mata pencarian dan terancam menghadapi masa depan yang suram.

Rainier Hernandez, seorang sopir taksi di Havana, merasakan langsung dampaknya. Mobil Chevrolet Deluxe miliknya yang antik berwarna merah muda, dulu laris manis mengantar turis, kini lebih sering menganggur. “Dampak blokade sekarang ini sangat mengerikan, tidak ada orang Kuba yang menduganya,” keluhnya. Ia hanya bisa bekerja satu atau dua jam sehari, padahal biasanya enam jam. Situasi serupa juga dialami Carlos Fariñas, pemandu wisata berusia 29 tahun, yang sampai berpikir untuk meninggalkan Kuba demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Padahal, pariwisata pernah menyumbang hampir 12 persen PDB Kuba pada puncaknya di akhir 2010-an. Jumlah wisatawan pun melonjak hingga 4,8 juta pada 2018. Namun, angka itu anjlok drastis menjadi hanya 1,6 juta turis sepanjang Januari hingga November tahun lalu.

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Sejak 2019, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memberlakukan sejumlah kebijakan yang menekan sektor pariwisata Kuba. Misalnya, larangan kapal pesiar AS ke Kuba dan pembatasan bagi warga Eropa yang berkunjung ke Kuba untuk mendapatkan visa bebas ke AS. Pandemi COVID-19 pada 2020 juga memperparah kondisi.

Namun, titik balik terburuk terjadi pada 3 Januari lalu. Saat itu, pemerintahan Trump memberi lampu hijau untuk operasi militer penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Setelahnya, ancaman serupa terhadap Kuba terus digaungkan, disertai blokade pengiriman minyak dari Venezuela dan ancaman tarif bagi negara mana pun yang mengekspor bahan bakar ke Kuba. Akibatnya, ketakutan melanda. Jonathan Garcia, seorang resepsionis hotel, mengaku banyak pemesanan dibatalkan karena pengunjung khawatir AS akan mengebom Kuba atau cemas dengan kabar kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik. “Semua orang takut,” ujarnya. Hotelnya bahkan terpaksa merumahkan separuh karyawannya.

Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya Kuba terhadap tekanan geopolitik, khususnya dari Amerika Serikat. Blokade ekonomi yang sudah berlangsung puluhan tahun semakin diperketat, menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam bagi rakyat biasa. Hubungan erat Kuba dengan Venezuela, di mana Kuba sering mengirim tenaga medisnya sebagai imbalan pasokan minyak, membuat negara ini menjadi target tak langsung dari tekanan AS terhadap Venezuela. Ketidakpastian politik dan ekonomi yang berkepanjangan ini bukan hanya menghancurkan industri pariwisata, tetapi juga membahayakan stabilitas sosial dan mendorong eksodus warga Kuba yang mencari harapan di tempat lain.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook