NIGER TUDING PRANCIS SERANG PANGKALAN, RUSIA DISANJUNG! - Berita Dunia
← Kembali

NIGER TUDING PRANCIS SERANG PANGKALAN, RUSIA DISANJUNG!

Foto Berita

Pemerintahan militer Niger di bawah kepemimpinan Jenderal Abdourahamane Tiani melayangkan tuduhan serius kepada Prancis, Benin, dan Pantai Gading. Mereka dituding mendalangi serangan terhadap pangkalan militer di Bandara Internasional Diori Hamani, Niamey, Niger. Ironisnya, di saat yang sama, Jenderal Tiani justru menyampaikan terima kasih kepada "mitra Rusia" yang berhasil menangkis serangan tersebut.

Insiden yang dilaporkan terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari itu disebut berlangsung sekitar 30 menit. Akibatnya, empat personel militer terluka, 20 penyerang tewas—salah satunya disebut warga Prancis—dan 11 orang lainnya ditangkap. Meski tudingan keras ini dilontarkan melalui televisi nasional, Jenderal Tiani tidak menyertakan bukti konkret untuk mendukung klaimnya. Pihak Prancis, Benin, dan Pantai Gading sendiri belum memberikan komentar resmi.

Komentar Tiani yang mengatakan, "Kami sudah mendengar gonggongan mereka, kini mereka harus siap mendengar kami mengaum," jelas menggambarkan memanasnya hubungan Niger dengan Prancis serta negara-negara tetangga yang dianggap pro-Prancis. Pujian Tiani kepada pasukan Rusia yang ditempatkan di pangkalan tersebut karena telah "mempertahankan sektor mereka" menjadi konfirmasi nyata makin eratnya hubungan Niger dengan Moskow, yang memang telah memberikan dukungan militer untuk menumpas pemberontakan terkait Al-Qaeda dan ISIS.

Peristiwa ini makin mempertegas pergeseran aliansi geopolitik di kawasan Sahel, pasca-kudeta yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum pada Juli 2023 lalu. Dengan tuduhan tanpa bukti yang bisa memicu ketegangan diplomatik, serta kian menguatnya kehadiran Rusia, dampak bagi stabilitas regional dan masyarakat Niger tentu tidak bisa diabaikan. Ini berpotensi memperburuk situasi keamanan yang sudah genting akibat pemberontakan dan krisis kemanusiaan yang telah menewaskan ribuan orang dan jutaan lainnya mengungsi di Niger, Mali, dan Burkina Faso yang tergabung dalam Aliansi Negara-negara Sahel (AES).


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook