FOTO PATUNG TELANJANG DISENSOR, NCERD KEMBALIKAN - Berita Dunia
← Kembali

FOTO PATUNG TELANJANG DISENSOR, NCERD KEMBALIKAN

Foto Berita

New Delhi - Kontroversi menghebohkan dunia pendidikan India setelah foto patung 'Gadis Penari' dari peradaban Lembah Indus di sensor di buku teks sekolah. Otoritas pendidikan India (NCERT) akhirnya menarik kembali gambar yang telah dimodifikasi tersebut setelah mendapat kecaman keras dari para sejarawan dan akademisi.

Patung perunggu berusia ribuan tahun yang ditemukan di situs Mohenjo-daro itu memang menggambarkan seorang gadis muda berdiri dengan satu tangan di pinggul. Dalam buku pelajaran kelas sembilan yang baru dirilis, bagian dada patung tersebut sengaja ditutupi dengan arsiran gelap untuk menyembunyikan anatomi aslinya.

Direktur NCERT Dinesh Saklani angkat bicara. Ia menyatakan gambar asli patung ikonik itu sudah dikembalikan dalam versi digital buku dan akan segera dicetak ulang.

"Setelah berkonsultasi dengan para ahli, kami mengganti gambar 'Gadis Penari' dengan versi aslinya," ujar Saklani kepada ANI News.

Keputusan sensasi ini sontak menuai kritik tajam. Media lokal India, Indian Express, dalam editorialnya mengecam tindakan tersebut. Mereka menyebut sensor ini sebagai bentuk kebutaan moral yang tidak perlu dan merendahkan nilai edukasi.

"Gadis Penari bukanlah simbol ketelanjangan, melainkan simbol kepercayaan diri dan keanggunan. Jika tugas pendidikan adalah membekali anak muda menghadapi dunia nyata, NCERT seharusnya lebih percaya pada siswa dan perempuan - baik yang hidup sekarang maupun ribuan tahun lalu," tulis editorial tersebut.

Patung yang saat ini disimpan di Museum Nasional New Delhi ini merupakan salah satu artefak paling berharga dari Peradaban Lembah Indus. Para arkeolog menilai patung ini memiliki nilai seni tinggi dan bukti kecanggihan teknologi metalurgi kuno.

Dampak dan Analisis: Kasus ini membuka perdebatan besar soal sensor konten edukasi di India yang kerap dipengaruhi oleh nilai-nilai konservatif. Alih-alih melindungi anak-anak dari konten tidak pantas, langkah NCERT justru dianggap melakukan distorsi sejarah dan merendahkan warisan budaya. Ini menjadi tamparan bagi sistem pendidikan India yang seharusnya mengajarkan pemikiran kritis, bukan menutupi fakta sejarah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook