Peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina justru disambut dengan rentetan serangan rudal dan drone mematikan. Pihak berwenang Ukraina melaporkan, ibu kota Kyiv dan kota Zaporizhzhia menjadi sasaran utama gempuran, mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah di kedua wilayah tersebut.
Serangan masif ini dilancarkan Rusia tepat saat dunia mengenang dimulainya konflik berskala besar pada 24 Februari. Kyiv, yang merupakan jantung pemerintahan Ukraina, dan Zaporizhzhia, salah satu kota industri penting, dilaporkan dihantam oleh rudal dan drone secara bertubi-tubi. Kerusakan infrastruktur vital ini tidak hanya menghancurkan bangunan fisik, tetapi juga membuat banyak warga terancam kehilangan akses listrik, air, dan layanan dasar lainnya di tengah musim dingin yang masih terasa.
Analis menilai, serangan yang bertepatan dengan momen peringatan empat tahun invasi ini seolah menjadi pesan dari Moskow bahwa konflik di Eropa Timur tersebut masih jauh dari kata usai dan siap untuk terus meningkat. Dampaknya, situasi ini tentu saja memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama, serta memberikan tekanan baru pada sistem pertahanan udara Ukraina.
Masyarakat di wilayah terdampak harus kembali menghadapi ketidakpastian dan ancaman keamanan, yang memicu gelombang pengungsian internal baru. Pemerintah Ukraina bersama mitra internasional kini berjibaku memulihkan kondisi, sembari menyerukan peningkatan dukungan pertahanan dan kemanusiaan untuk menghadapi agresi yang tak kunjung mereda ini.