Kematian gembong narkoba paling dicari di Meksiko, El Mencho, memang jadi kabar gembira bagi pemerintah. Tapi, jangan senang dulu. Kabar ini justru memicu gelombang kekerasan dan membuka mata kita lebar-lebar: jaringan kartel di Negeri Sombrero ini masih sangat kuat, bahkan pasca-tewasnya sang raja.
Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang juga buronan top AS, tumbang dalam operasi penangkapan di Jalisco akhir pekan lalu. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memang memuji kerja keras aparat keamanan, tapi kenyataan di lapangan berkata lain. Anggota kartel langsung membalas dengan aksi brutal: memblokir jalan-jalan utama, membakar mobil, dan menebar teror di sejumlah wilayah. Ini jelas menunjukkan, tumbangnya satu gembong tak serta-merta melumpuhkan organisasi.
Tragisnya, di balik 'kemenangan' ini, Meksiko masih harus menghadapi bayang-bayang para pemimpin kartel lain yang tak kalah sadis dan licinnya:
- Zambada Sicairos: Putra dari pentolan narkoba legendaris Ismael “El Mayo” Zambada ini kini jadi otak di balik Kartel Sinaloa faksi La Mayiza. Ia yang mengendalikan jalur distribusi narkotika ke Amerika Serikat. Bersama saudara-saudaranya, ia dikenal super low profile dan naik pangkat karena 'prestasi' mereka dalam bisnis haram ini.
- Guzman Salazar: Anak dari gembong dunia Joaquin “El Chapo” Guzman ini juga ikut memimpin Kartel Sinaloa. Reputasinya tak kalah kejam, bahkan ia diduga kuat memimpin perlawanan brutal saat adiknya Ovidio Guzman Lopez ditangkap pada 2019, sampai terjadi baku tembak sengit dengan aparat Meksiko. Kabarnya, sejak 2024, ia terlibat perang internal mematikan dengan faksi Zambada Sicairos yang sudah menelan hampir 2.000 nyawa. Pemerintah AS dan Meksiko memburunya atas tuduhan perdagangan fentanyl, metamfetamin, dan kokain ke Negeri Paman Sam.
- Meza Flores: Nama pemimpin Kartel Meza Flores ini baru saja nongkrong di daftar buronan paling dicari FBI. Anehnya, meski sudah empat kali ditangkap atas berbagai tuduhan, ia selalu berhasil lolos dari jeratan hukum. Meza Flores dituduh mengirimkan berton-ton fentanyl, kokain, dan heroin ke AS dan Meksiko. Ia juga tak segan melakukan penculikan, pemerasan, penyiksaan, dan pembunuhan dalam kegiatan kartelnya. Jangan kaget, ada hadiah US$5 juta bagi siapa pun yang bisa memberinya 'jalan' ke penjara.
Jadi, alih-alih membawa kedamaian, kematian El Mencho justru bisa jadi pemicu babak baru konflik dan perebutan kekuasaan antar kartel. Perang faksi dalam Kartel Sinaloa yang menelan ribuan korban itu adalah bukti nyata betapa berdarahnya situasi di sana. Selama para gembong lain masih bebas dan jaringan narkoba transnasional terus beroperasi, tantangan bagi Meksiko dan dunia untuk memberantas kejahatan terorganisir ini bakal makin berat dan pelik. Ini bukan sekadar memburu satu orang, tapi menghadapi monster sistemik yang terstruktur, rapi, dan brutal.