Jakarta - Timnas Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan Eropa. Banyak yang menyebut generasi emas baru ini lebih muda dan lebih dalam dibandingkan era 2008-2012 yang legendaris.
Pelatih Luis de la Fuente mengubah gaya main dari tiki-taka lambat menjadi lebih cepat dan langsung. Hasilnya, Spanyol tampil sempurna di Euro 2024 dengan mengalahkan Inggris, Prancis, dan tuan rumah Jerman. Mereka belum terkalahkan dalam waktu normal sejak Maret 2024.
Bintang utamanya adalah Lamine Yamal, pemain sayap Barcelona yang baru berusia 18 tahun. Di Euro 2024, ia mencatat 4 assist dan 1 gol. Musim ini, Yamal mencetak 16 gol dan 11 assist di La Liga, plus 5 gol dan 4 assist di Liga Champions. Namun, ia rentan cedera dan tekanan mental karena usianya yang masih sangat muda.
Fakta menarik: ini pertama kalinya Spanyol pergi ke Piala Dunia tanpa pemain Real Madrid. Delapan pemain Barcelona masuk skuad. Meski begitu, De la Fuente menegaskan tidak melihat latar belakang klub pemainnya.
Analisis Dampak: Prestasi Spanyol menjadi tolok ukur sepak bola modern yang mengandalkan pemain muda berbakat. Jika mereka juara, ini akan mengubah cara klub-klub Eropa merekrut dan membina pemain di bawah 20 tahun. Di sisi lain, tekanan besar bisa menjadi bumerang, mengingat sejak 2010 Spanyol selalu gagal di Piala Dunia.
Sumber: FIFA, UEFA, Transfermarkt.