CUBA GELAP GULITA! BANTUAN DATANG, SIAPA DI BALIK BLOKADE? - Berita Dunia
← Kembali

CUBA GELAP GULITA! BANTUAN DATANG, SIAPA DI BALIK BLOKADE?

Foto Berita

Kondisi di Kuba dilaporkan semakin memprihatinkan. Sejak tiga bulan lalu, tak ada satupun kapal pengangkut bahan bakar yang bisa merapat ke pelabuhan Kuba. Ini adalah dampak langsung dari kebijakan blokade minyak total yang diterapkan Amerika Serikat, menyusul operasi mereka untuk menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang merupakan sekutu Kuba. Kebijakan ini dianggap sebagai peningkatan tekanan ekonomi maksimum terhadap Havana, yang notabene sudah puluhan tahun hidup di bawah embargo AS.

Di tengah kegelapan dan krisis ini, sebuah misi bantuan kemanusiaan bernama Nuestra America Convoy to Cuba (NACC) telah tiba di Havana pada Rabu. Mereka membawa lebih dari 20 ton makanan, pasokan medis, dan peralatan panel surya. Misi ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tapi juga menjadi bentuk protes global terhadap blokade AS yang disebut oleh banyak pihak, termasuk PBB, sebagai ilegal dan berpotensi memicu krisis kemanusiaan total.

Aliansi kelompok progresif, partai politik sayap kiri Eropa, serikat pekerja, dan kelompok advokasi yang tergabung dalam NACC ini mendesak Uni Eropa, Italia, dan Inggris untuk menekan Presiden AS agar segera mencabut embargo tersebut. Mereka menilai, meskipun negara-negara Eropa kerap mengecam embargo di forum PBB, namun langkah konkret untuk mengakhirinya masih sangat minim. Ironisnya, krisis Kuba ini terjadi di saat negara-negara Eropa sendiri mulai mempertanyakan hubungan mereka dengan AS, terutama di tengah ketegangan geopolitik lainnya yang melibatkan Washington.

Sejumlah negara lain seperti Tiongkok, Chile, Meksiko, Kanada, dan Spanyol juga telah mengirim atau menjanjikan bantuan kemanusiaan untuk Kuba. Namun, para aktivis menegaskan, bantuan kemanusiaan hanyalah “membalut luka”, bukan menyembuhkan penyebab utamanya. Mereka menuntut pencabutan total blokade minyak agar Kuba bisa kembali beroperasi secara mandiri dan keluar dari jurang krisis energi yang mencekik ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook