MENGAPA ANCAMAN TRUMP KE IRGC BERBALIK TAJAM? - Berita Dunia
← Kembali

MENGAPA ANCAMAN TRUMP KE IRGC BERBALIK TAJAM?

Foto Berita

Insiden ini sontak memunculkan pertanyaan besar: Mengapa seruan Trump itu tak membuahkan hasil, bahkan berbalik menjadi bumerang? Ternyata, Trump dan AS agaknya keliru memahami struktur serta ideologi yang menopang IRGC.

IRGC bukanlah militer biasa. Ia adalah kekuatan elite bersenjata yang diakui secara konstitusional di Iran, berdiri sejak Revolusi Islam 1979. Beroperasi berdampingan dengan tentara reguler, IRGC punya garis komando langsung kepada Pemimpin Tertinggi. Doktrin mereka, 'velayat-e faqih' atau pengawasan ahli hukum Islam, intinya adalah menjaga revolusi dan kesetiaan pada pemimpin spiritual, yang awalnya Ayatollah Ruhollah Khomeini dan kini (sebelum laporan kematian) Ayatollah Ali Khamenei.

Korps ini memiliki pasukan darat, laut, dan udara, serta milisi paramiliter internal bernama Basij. Tak hanya itu, mereka juga punya unit operasi khusus di luar negeri, Pasukan Quds, yang fokus pada misi-misi internasional. Dengan sekitar 190.000 personel aktif—bahkan bisa mencapai 600.000 jika termasuk cadangan—IRGC memegang peran krusial dalam pertahanan Iran, operasi luar negeri, dan pengaruh regional yang mereka sebut sebagai 'poros perlawanan'.

Lebih dari sekadar militer, IRGC mengelola program rudal balistik dan bertanggung jawab atas keamanan program nuklir Iran. Keterlibatan mereka bahkan merambah sektor ekonomi dan politik, terutama sejak Perang Iran-Irak 1980-1988, di mana mereka mengurus rekayasa dan logistik perang. Perusahaan-perusahaan terafiliasi IRGC kini dilaporkan menguasai kontrak-kontrak vital di sektor sumber daya alam, transportasi, infrastruktur, hingga telekomunikasi Iran.

Status IRGC sebagai organisasi yang sangat kuat dan ideologis inilah yang membuat ancaman Trump menjadi tak relevan. Mereka tidak akan begitu saja meletakkan senjata, apalagi dengan iming-iming imunitas. Sebaliknya, mereka melihat diri mereka sebagai pelindung revolusi dan negara, dengan kesetiaan yang mendalam pada pemimpin spiritual. Selain itu, IRGC juga telah dijatuhi sanksi berat oleh berbagai negara, termasuk ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) oleh AS pada 2019 dan Uni Eropa pada Februari 2026—yang dibalas Iran dengan penetapan serupa terhadap negara-negara anggota Uni Eropa.

Dampak dan Implikasi:
Laporan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, jika dikonfirmasi secara independen, akan menjadi guncangan geopolitik besar. Hal ini bisa memicu kekosongan kekuasaan dan krisis suksesi di Iran, yang berpotensi mengubah arah kebijakan luar negeri dan memengaruhi stabilitas 'poros perlawanan' mereka. Ketegangan antara Iran dan AS-Israel diperkirakan akan memuncak, dengan risiko konflik regional yang lebih luas. Tindakan Trump ini, bukannya meredakan, justru agaknya memperkuat tekad IRGC dan memanaskan situasi di Timur Tengah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook