GAZA TERKINI: RIBUAN PENGUNGSI HIDUP DI ATAS GUNDUKAN SAMPAH - Berita Dunia
← Kembali

GAZA TERKINI: RIBUAN PENGUNGSI HIDUP DI ATAS GUNDUKAN SAMPAH

Foto Berita

Bau tak sedap menyeruak sebelum mata melihat deretan tenda. Di kamp Al-Taawun, yang terjepit antara Stadion Yarmouk dan Jalan Al-Sahaba di pusat Kota Gaza, batas antara tempat tinggal manusia dan limbah telah sirna. Lebih dari 4.000 warga Palestina, terdiri dari 765 keluarga, terpaksa mendirikan hunian darurat tepat di atas dan di samping tumpukan sampah raksasa. Mereka, yang mengungsi akibat 'perang genosida' Israel di Gaza, kini berjuang melawan penyakit, hama, dan kengerian psikologis hidup di tengah kotoran.

Situasi tragis ini melanda kamp Al-Taawun setelah ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka. Di tengah gundukan sampah yang membusuk, mereka tak hanya berhadapan dengan lalat dan tikus yang merajalela—yang bahkan merayap di wajah anak-anak saat tidur—tetapi juga ancaman penyakit kulit seperti kudis yang menyebar cepat, diare, hingga malnutrisi. Kondisi sanitasi yang amburadul, tanpa air bersih mengalir atau sistem pembuangan limbah, membuat upaya pengobatan menjadi sia-sia. 'Anak kami menderita gastroenteritis setiap hari,' tutur Fayez al-Jadi, seorang ayah yang sudah 12 kali mengungsi. 'Kami hanya ingin hidup layak, seperti manusia'.

Krisis ini diperparah oleh lumpuhnya sistem kesehatan Gaza. Rumah sakit kewalahan dan bahkan menolak pasien, hanya memberikan resep tanpa jaminan ketersediaan obat. 'Kami sudah tidak malu lagi mengaku anak kami kudisan,' ujar Um Hamza, seorang nenek yang merawat keluarga besarnya. 'Berbagai salep sudah habis, tapi percuma karena kami tinggal di atas sampah.' Kondisi di Al-Taawun hanyalah cerminan dari keruntuhan sistemik yang melanda seluruh Kota Gaza.

Menurut Hamada Abu Laila, seorang dosen yang membantu mengelola kamp, ancaman 'bencana lingkungan' semakin nyata akibat minimnya jaringan limbah dan air minum. Namun, Juru Bicara Kota Gaza, Husni Muhanna, menegaskan bahwa krisis ini bukan sekadar kurangnya bantuan, melainkan 'krisis buatan manusia'. Pasukan Israel memblokir akses ke tempat pembuangan sampah utama di timur Gaza, memaksa warga menciptakan tempat pembuangan sementara yang berbahaya di area padat penduduk seperti Yarmouk dan Pasar Firas bersejarah. Saat ini, lebih dari 350.000 ton sampah padat menumpuk di Kota Gaza saja, menciptakan ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan yang lebih luas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook