WALL STREET AMBLES, SAHAM TEKNO JATUH BERSAMAAN - Berita Dunia
← Kembali

WALL STREET AMBLES, SAHAM TEKNO JATUH BERSAMAAN

Foto Berita

Jakarta, 12 Mei 2026 – Pasar saham Amerika Serikat mengalami kejatuhan tajam pada Jumat lalu. Indeks Nasdaq, yang sarat dengan saham teknologi, mencatat penurunan harian terbesarnya sejak April 2025. Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat justru menjadi pemicu aksi jual besar-besaran.

Data yang dirilis menunjukkan pasar tenaga kerja AS terlalu 'panas'. Alih-alih disambut positif, investor justru panik karena khawatir The Fed (bank sentral AS) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Inflasi yang masih bandel membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin tipis.

Indeks Nasdaq ambles lebih dari 4%. S&P 500 ditutup melemah 2,6%, dan Dow Jones Industrial Average juga turun 1,35%. Tak hanya saham, aset digital seperti Bitcoin juga ikut terpuruk karena investor ramai-ramai menjual aset berisiko.

Ekonom David Doyle dari Macquarie Group menyebut laporan pekerjaan itu 'terlalu bagus' di tengah inflasi tinggi, sehingga meningkatkan kemungkinan The Fed justru menaikkan suku bunga tahun ini. Ini memaksa investor yang sebelumnya berharap suku bunga turun untuk mengubah rencana mereka secara drastis.

Menariknya, kejatuhan ini bukan kepanikan global. Investor tidak keluar dari pasar, melainkan memindahkan dananya. Mereka meninggalkan saham teknologi yang dianggap terlalu mahal (overvalued) dan berbondong-bondong ke sektor aman seperti kesehatan, utilitas, dan barang konsumen (Kraft Heinz, Keurig Dr Pepper). Fenomena ini mengingatkan publik pada pecahnya gelembung dotcom awal tahun 2000-an.

Analisis Dampak: Kejatuhan ini menjadi peringatan keras bagi investor global, termasuk di Indonesia. Sektor teknologi yang selama ini menjadi primadona ternyata sangat rapuh terhadap perubahan sentimen. Jika aksi jual berlanjut, bisa berdampak pada arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru mengkritik reaksi negatif pasar. Ia menilai terlalu banyak tekanan pada angka inflasi. Pekan depan, Trump juga dijadwalkan bertemu eksekutif AI papan atas untuk membahas rencana pemerintah AS mengambil saham publik di perusahaan mereka, yang diklaim agar rakyat biasa bisa ikut menikmati keuntungan AI.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook