Ketegangan di Suriah kembali memuncak! Militer Suriah baru-baru ini melancarkan operasi militer kejam terhadap pejuang Kurdi di wilayah Deir Hafer, sekitar 50 kilometer di timur Aleppo. Serangan ini terjadi setelah serangkaian bentrokan sengit yang mengguncang kota Aleppo.
Pada Jumat kemarin, militer Suriah mengeluarkan peringatan keras sebelum melancarkan gempuran terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Mereka menuding pasukan Kurdi menggunakan Deir Hafer sebagai “titik peluncuran operasi teroris” yang mengancam kota Aleppo dan wilayah pedesaannya di timur.
Menanggapi serangan mendadak ini, Pemimpin SDF, Mazloum Abdi, segera mengambil langkah krusial. Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Abdi mengumumkan bahwa pasukannya akan menarik diri ke timur Sungai Eufrat pada Sabtu pagi, pukul 07.00 waktu setempat. Keputusan ini, katanya, diambil "berdasarkan panggilan dari negara-negara sahabat dan mediator" untuk melakukan penempatan ulang pasukan di area tersebut.
Langkah militer Suriah ini cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, serangan terjadi di tengah upaya mediasi yang dipimpin oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat. Pertemuan antara koalisi dan pasukan Kurdi sebelumnya telah dilakukan dengan tujuan meredakan ketegangan yang semakin memanas. Kini, situasi di lapangan kembali memanas dan perkembangannya masih terus kami pantau.