TRUMP CABUT UNDANGAN CARNEY, RENCANA GAZA MAKIN DITENTANG? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP CABUT UNDANGAN CARNEY, RENCANA GAZA MAKIN DITENTANG?

Foto Berita

Kontroversi kian menyelimuti "Dewan Perdamaian" bentukan mantan Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Terbaru, Trump secara mengejutkan mencabut undangannya kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk bergabung. Keputusan ini justru disambut baik berbagai kelompok hak asasi manusia di Kanada, yang menilai rencana Trump sebagai skema kolonial dan melecehkan hak penentuan nasib sendiri Palestina.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) dan Canadians for Justice and Peace in the Middle East (CJPME) menyebut pembatalan tersebut sebagai "kelegaan". Mereka menegaskan, pada saat terjadi kejahatan perang massal dan bencana kemanusiaan di Gaza, Kanada seharusnya berpihak pada hukum internasional dan hak asasi manusia, bukan malah memberikan "legitimasi yang tidak pantas" pada inisiatif yang mereka anggap cacat.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pembentukan "Dewan Pemimpin Paling Bergengsi" ini dalam sebuah upacara penandatanganan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Inisiatif ini diklaim sebagai bagian dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 71.500 orang sejak Oktober 2023. Dewan tersebut rencananya akan mengawasi komite teknokrat Palestina yang bertugas mengelola urusan sehari-hari di Gaza, serta menjanjikan miliaran dolar untuk rekonstruksi.

Namun, rencana Trump ini menuai kritik tajam dari warga Palestina. Mereka merasa tidak diberi suara nyata dalam menentukan masa depan wilayah pesisir mereka sendiri. Penunjukan para pendukung kuat Israel, bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, semakin memperkeruh suasana.

Mohammed Shamalkh, seorang warga Gaza, mengungkapkan kekecewaannya kepada Al Jazeera. "Rencana rekonstruksi yang diumumkan tidak akan mengganti kerugian yang diderita dan dibutuhkan warga Palestina," ujarnya. Ia berharap racun di puing-puing segera diangkat, lalu rumahnya bisa dibangun kembali seperti semula. Senada, Nimer Matar, warga Gaza lainnya, hanya ingin kembali ke rumah dan membangun ulang apa yang telah hancur dibombardir.

Hingga kini, Trump belum menjelaskan secara gamblang alasan pencabutan undangan kepada Carney. Namun, insiden ini menambah deretan tantangan bagi "Dewan Perdamaian" yang kontroversial, menegaskan bahwa jalan menuju penyelesaian konflik Gaza masih sangat terjal dan penuh penolakan, terutama jika tidak melibatkan partisipasi penuh dan kedaulatan warga Palestina sendiri.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook