GEGER KABUL! RUMAH SAKIT HANCUR LEBUR, RATUSAN NYAWA TERENGGUT - Berita Dunia
← Kembali

GEGER KABUL! RUMAH SAKIT HANCUR LEBUR, RATUSAN NYAWA TERENGGUT

Foto Berita

Kabul kini berduka. Sebuah serangan udara dahsyat dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba di ibu kota Afghanistan, menyebabkan ratusan nyawa melayang dan banyak lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan. Insiden ini, yang oleh pejabat Afghanistan disebut sebagai "kejahatan kemanusiaan," memicu ketegangan yang kian memuncak antara Afghanistan dan Pakistan.

Menurut laporan dari Kabul, tim penyelamat berhasil mengevakuasi lebih banyak jenazah dari lokasi yang hancur. Otoritas Afghanistan mengklaim lebih dari 400 orang, termasuk warga sipil tak berdosa dan para pecandu yang tengah menjalani perawatan, tewas dalam insiden tersebut. Pemandangan pilu terlihat di rumah sakit lokal, di mana kerumunan warga putus asa mencari anggota keluarga yang hilang. Seorang pekerja penyelamat, Allah Mohammad Farooq, menggambarkan bagaimana ratusan orang terkubur di bawah puing, dan operasi evakuasi menggunakan alat berat terus dilakukan. Sementara itu, seorang warga bernama Haji Najibullah tak kuasa menahan tangis, khawatir akan nasib putra dan kerabatnya yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Namun, tudingan ini dibantah keras oleh Pakistan. Mereka bersikeras bahwa operasi militernya di Afghanistan timur pada Senin lalu hanya menargetkan instalasi militer, bukan fasilitas sipil seperti rumah sakit. Pakistan juga menepis angka kematian yang dilaporkan sebagai "propaganda."

Serangan ini menandai eskalasi konflik yang dramatis antara kedua negara dalam tiga minggu terakhir, menyusul serangkaian bentrokan perbatasan dan serangan udara di Afghanistan. Akar masalah ketegangan ini adalah tuduhan Pakistan terhadap Afghanistan yang dianggap melindungi kelompok bersenjata Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam serangan tersebut, menuduh Pakistan sengaja menargetkan rumah sakit dan situs sipil. "Kami mengutuk keras kejahatan ini dan menganggapnya sebagai tindakan yang melanggar semua prinsip yang diterima serta merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," tegas Mujahid.

Kekhawatiran global juga muncul. Richard Bennet, pakar hak asasi manusia PBB di Afghanistan, menyatakan keprihatinannya. Ia mendesak semua pihak untuk meredakan ketegangan, menahan diri, dan menghormati hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap warga sipil dan objek sipil seperti rumah sakit.

Meski angka korban sulit diverifikasi secara independen di tengah situasi konflik, insiden ini jelas memperburuk krisis kemanusiaan di Afghanistan. Dampaknya sangat besar, terutama bagi kelompok paling rentan yang kini kehilangan tempat perawatan dan keamanan, menambah derita di tengah gejolak politik dan militer yang tak berkesudahan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook