BUDAPEST, HONGARIA – Perdana Menteri Hongaria, Peter Magyar, mengancam akan memakzulkan Presiden Tamas Sulyok setelah sang presiden menolak permintaan mundur secara sukarela. Magyar menegaskan Sulyok adalah 'boneka' dari mantan PM Viktor Orban yang harus disingkirkan.
Ketegangan memuncak setelah Magyar memberikan ultimatum kepada Sulyok untuk mundur pada Minggu lalu. Karena tidak diindahkan, PM dari partai Tisza ini langsung mengambil langkah konstitusional. Dengan kursi mayoritas dua pertiga di parlemen, Magyar memiliki kekuatan untuk mengubah undang-undang dasar demi 'membersihkan' sisa-sisa rezim Orban.
Dalam konferensi pers, Magyar menyatakan proses legislasi akan memakan waktu sekitar satu bulan. Ia berjanji akan 'menyingkirkan semua boneka' yang ikut serta dalam pembongkaran hukum dan demokrasi di Hongaria. "Hongaria bukan milik Tamas Sulyok atau Viktor Orban. Hongaria milik rakyat," tegas Magyar.
Presiden Hongaria memang punya peran seremonial, tapi ia berwenang menandatangani undang-undang dan bisa mengirim RUU ke Mahkamah Konstitusi. Ini dikhawatirkan akan menghambat program kerja pemerintahan baru. Sulyok sendiri menolak mundur dan meminta pendapat hukum dari Komisi Venesia, dewan ahli hukum Eropa.
Analisis: Langkah Magyar ini menandai perombakan besar-besaran sistem politik warisan Orban yang telah berkuasa 16 tahun. Jika berhasil, ini akan menjadi ujian bagi demokrasi Hongaria dan menjadi preseden bagi negara-negara Eropa Timur lainnya dalam transisi kekuasaan.